Tekanan Jual Naik, Bitcoin Berisiko Terkoreksi ke Bawah USD105.000

AKURAT.CO Bitcoin kembali menghadapi tekanan jual yang meningkat setelah beberapa hari mengalami penurunan berturut-turut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa pasar kripto akan memasuki fase koreksi yang lebih dalam, seiring sentimen negatif dari faktor makroekonomi global.
Raja aset digital tersebut kehilangan momentum setelah tren bearish semakin kuat. Dukungan fundamental yang terbatas dari perekonomian dunia membuat Bitcoin sulit mempertahankan posisi harga, sehingga investor kini lebih berhati-hati dalam mengambil langkah.
Baca Juga: Bitcoin Terus Anjlok Meski The Fed Pangkas Suku Bunga, Ini Penyebabnya!
Dikutip dari beberapa sumber, Kamis (25/9/2025), salah satu faktor yang memicu pelemahan Bitcoin adalah arus keluar dari exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot.
Sepanjang minggu ini, tercatat penarikan dana mencapai USD226 juta sejak awal perdagangan pada Senin (22/9/2025). Angka tersebut menjadi sinyal berbaliknya tren arus masuk positif yang sempat mendukung harga di awal bulan.
Namun, pada Rabu, pasar sempat mendapat kejutan ketika terjadi arus masuk sebesar USD241 juta yang sementara menahan pelemahan. Kendati demikian, pergerakan dana yang fluktuatif ini menunjukkan rapuhnya sentimen investor institusional. Basis dukungan yang tidak konsisten membuat Bitcoin rentan terhadap perubahan arah pasar.
Baca Juga: Harga Stabil, Potensi Breakout Bitcoin Terbuka Lebar
Selain dari faktor ETF, analisis teknikal juga memperlihatkan sinyal pelemahan lebih lanjut. Data Model Biaya Kuantile Pasokan mencatat bahwa harga Bitcoin telah tergelincir di bawah zona kuantile 0,95.
Level ini biasanya menjadi area pengambilan keuntungan besar oleh investor jangka panjang. Jika harga bertahan di bawah titik tersebut, tren bearish berpotensi semakin menguat.
Secara historis, pelemahan di bawah zona kuantile risiko kerap diikuti dengan penurunan tajam. Para analis memperkirakan target harga Bitcoin dapat terkoreksi ke kisaran US10D5.000 hingga USD90.000, terutama jika tekanan ekonomi makro global masih berlanjut dan investor institusional menahan diri untuk masuk ke pasar.
Hingga publikasi berita ini, harga Bitcoin diperdagangkan di level USD111.542, mencatat penurunan sekitar 4,7% dalam sepekan terakhir. Bitcoin juga masih gagal menembus resistance di USD112.500, yang menjadi level penting untuk mengonfirmasi potensi pembalikan tren.
Jika tekanan jual berlanjut, Bitcoin berisiko menembus support di USD110.000. Penurunan lebih dalam bisa membawa harga menuju USD108.000, bahkan USD105.000 dalam jangka pendek.
Hal ini membuat investor semakin waspada terhadap pergerakan pasar yang masih sangat volatil.
Meski demikian, peluang pemulihan tetap terbuka jika terjadi minat beli baru. Apabila Bitcoin mampu merebut kembali level USD112.500 dan menjadikannya sebagai support, tren bearish berpotensi terbantahkan.
Kondisi tersebut bisa membuka ruang untuk rebound dan menahan laju koreksi yang lebih dalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok







