Menkeu Purbaya Sempat Curhat ke Jokowi Ekonomi Kian Memburuk, Ini Respons Sang Mantan Presiden

AKURAT.CO Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih terkendali meski diwarnai tantangan global. Menurutnya, kunci utama ada pada kekuatan domestik dan konsistensi kebijakan yang dijalankan pemerintah.
Purbaya mengungkapkan pengalamannya pada Februari lalu ketika dirinya menemui Mantan Presiden Joko Widodo setelah masa jabatannya berakhir. Dalam pertemuan tersebut, Dirinya menyampaikan kekhawatiran akan potensi memburuknya situasi ekonomi nasional.
“Saya tanya ke Pak Jokowi, Pak ini ekonomi semakin memburuk. Saya juga takut, karena waktu itu belum punya teman. Soalnya saya belum kenal pak Prabowo pada waktu itu. Tapi Pak Jokowi tegas bilang bantu,” ujar Purbaya dalam diskusi Transformasi Ekonomi Nasional Pertumbuhan Inklusif Menuju 8% di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Baca Juga: Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 8 Persen
Dukungan dari Jokowi, lanjutnya, membuat ia berani menyampaikan masukan dan informasi mengenai sejumlah persoalan ekonomi yang perlu segera diantisipasi. Langkah itu dianggap penting agar pemerintah tidak terlambat mengambil kebijakan.
Meski ada tekanan dari faktor eksternal, Purbaya menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap memiliki fondasi yang kuat. Ia menilai bahwa Indonesia tidak perlu terlalu khawatir terhadap gejolak global karena kekuatan utama ada pada pasar domestik.
“Kita tidak usah takut global. Ini di bawah kendali kita 100 persen. Kita punya policy dalam negeri yang cukup kuat, dan domestik kita besar. Jadi nasib kita ada di tangan kita sendiri,” tegasnya.
Purbaya juga menilai, kebijakan fiskal dan moneter yang tepat akan mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan. Ia menyebutkan bahwa intervensi cepat pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta keberpihakan pada sektor produktif menjadi kunci agar perekonomian tidak mudah goyah.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Harus Hati-hati Bicara di Depan Publik
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan arah kebijakan pemerintah di tengah ketidakpastian global. Dengan kontribusi permintaan domestik yang mencapai hampir 90% terhadap perekonomian nasional, Indonesia disebut memiliki daya tahan lebih dibandingkan banyak negara lain.
Purbaya juga menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga dalam menjaga iklim investasi, memperkuat sektor riil, dan memastikan distribusi anggaran pembangunan berjalan efektif.
“Selama kita solid, ekonomi kita tidak akan mudah runtuh,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji
- 10Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan








