Akurat

Likuiditas Perbankan Kuat, OJK Prediksi Ekspansi Kredit Terjaga

Demi Ermansyah | 10 September 2025, 23:00 WIB
Likuiditas Perbankan Kuat, OJK Prediksi Ekspansi Kredit Terjaga

AKURAT.CO Likuiditas perbankan Indonesia dinilai tetap solid di tengah revisi target pertumbuhan kredit dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas likuiditas ini menjadi modal penting bagi industri untuk terus mendorong ekspansi pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) berada di atas ambang batas yang ditetapkan, yakni masing-masing 10% dan 50%. Sementara itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) tetap sehat pada rentang 78–92%.

“Kondisi ini menunjukkan ruang perbankan masih cukup besar untuk menyalurkan kredit baru, meski terdapat ketidakpastian global,” kata Dian di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga: Saham Big Bank Anjlok Usai Pergantian Menkeu, OJK Sebut sebagai Siklus Jangka Pendek

Ia menambahkan, risiko kredit tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) di bawah 3%. Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) juga tercatat stabil, memperkuat daya tahan bank menghadapi potensi gejolak.

Pada Juli 2025, penyaluran kredit nasional tumbuh 7,03% (yoy) menjadi Rp8.043,2 triliun. Undisbursed loan meningkat lebih tinggi, 9,52%, menandakan adanya kelonggaran tarik kredit yang bisa segera dimanfaatkan debitur untuk ekspansi.

OJK menekankan, meski sejumlah bank merevisi target kredit lebih konservatif, ada pula bank yang justru menaikkan targetnya. Hal ini mencerminkan adanya optimisme di sebagian pelaku industri terhadap prospek perekonomian nasional.

Baca Juga: Kondisi Global Diliputi Ketidakpastian, OJK Berharap Menkeu Baru Bisa Jaga Stabilitas Industri Keuangan

Dian menilai, likuiditas yang kuat serta perbaikan permintaan domestik akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan kredit ke depan. Apalagi, belanja pemerintah diperkirakan semakin cepat pada paruh kedua 2025, yang dapat merangsang investasi dan konsumsi masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, OJK optimistis perbankan mampu menjaga perannya sebagai sumber pembiayaan utama, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.