AKURAT.CO Penurunan harga Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan terakhir memunculkan pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar: kapan aset kripto terbesar itu akan mencapai harga dasar?
Beberapa analis menilai, pelemahan tajam masih mungkin terjadi dalam waktu dekat sebelum Bitcoin kembali bangkit.
Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (3/9/2025), salah satu pandangan datang dari tim analis bursa kripto Bitfinex. Mereka memperkirakan periode koreksi saat ini berpotensi membawa Bitcoin menuju harga terendah baru pada September 2025.
Meski begitu, mereka menekankan bahwa analisis ini bukan merupakan nasihat keuangan, melainkan interpretasi terhadap tren pasar yang sedang berlangsung.
Selama musim panas lalu, Bitcoin sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Namun, secara historis, kenaikan tajam tersebut biasanya diikuti pelemahan harga dalam periode berikutnya.
Baca Juga: Menilik Prospek Bitcoin di September 2025, Akankah Rebound Seperti Tahun 2017?
Tren itu kembali terlihat, di mana dalam sepekan terakhir BTC masih berada di bawah level support penting di kisaran USD112.000.
Menariknya, rotasi modal investor besar atau whale mulai terlihat. Banyak di antara mereka yang mengalihkan portofolio dari Bitcoin menuju altcoin, khususnya Ethereum.
Pergeseran ini dinilai menjadi salah satu faktor utama melemahnya dominasi Bitcoin di pasar kripto.
Bitfinex menilai tekanan pada Bitcoin juga diperburuk oleh kondisi makroekonomi global. Laporan indeks harga produsen (PPI) yang lebih rendah dari perkiraan memicu aksi jual besar-besaran.
Selain itu, kebijakan perdagangan agresif yang diambil pemerintahan Trump turut meningkatkan ketidakpastian.
Akibat kombinasi faktor tersebut, harga Bitcoin turun sekitar 13% dalam sebulan terakhir. Kendati demikian, para analis meyakini harga dasar belum tercapai.
Mereka memperkirakan level support terendah bisa berada di sekitar USD93.000, titik yang dinilai menarik bagi investor institusional.
Dari sisi lain, pasar altcoin menunjukkan dinamika yang lebih beragam. Ethereum berhasil mengungguli kinerja Bitcoin dalam beberapa kesempatan.
Namun, mayoritas altcoin lainnya justru menyerahkan kembali keuntungan yang sempat diperoleh. Menurut Bitfinex, fenomena ini menjadi indikasi pasar masih berada dalam fase korektif.
Mereka menambahkan, perbedaan performa altcoin di mana sebagian mid-cap justru mengalami lonjakan sementara yang lain tertinggal berpotensi menciptakan rotasi modal lebih lanjut.
Namun, jika pasar kripto secara keseluruhan terus melemah, sebagian besar dana kemungkinan akan kembali mengalir ke Bitcoin.
Harapan pemulihan justru datang dari potensi masuknya arus modal baru lewat produk ETF kripto.
Analis menilai, produk ETF Bitcoin memiliki daya tarik lebih besar dibandingkan ETF Ethereum, terutama karena mendominasi hingga 90% investasi institusional dalam beberapa bulan terakhir.
Jika harga Bitcoin benar-benar menyentuh USD93.000, analis memprediksi investor ETF akan memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan akumulasi. Kondisi ini berpotensi menjadi katalis bagi kebangkitan Bitcoin di kuartal IV 2025.
Reli yang lebih luas di pasar ETF kripto juga diperkirakan mampu mengangkat kembali sentimen positif terhadap aset digital tersebut.
Singkatnya, walaupun Bitcoin masih berada dalam tekanan, pandangan Bitfinex memberi sinyal bahwa fase pelemahan ini bisa mendekati akhir.
Pemulihan diyakini segera terjadi, dengan potensi reli baru pada akhir tahun jika dukungan investor institusional semakin menguat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








