Akurat

Laba Bersih Bank Sampoerna Semester I-2025 Turun Jadi Rp11,2 Miliar

M. Rahman | 12 Agustus 2025, 17:01 WIB
Laba Bersih Bank Sampoerna Semester I-2025 Turun Jadi Rp11,2 Miliar

AKURAT.CO PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) membukukan laba bersih setelahpajak sebesar Rp11,2 miliar pada kuartal II-2025, turun 72,07% dari posisi setahun sebelumnya Rp40,1 miliar.

Pada akhir kuartal kedua 2025 tersebut, pendapatan non-bunga yang pada semester pertama 2025 mencapai Rp93,4 miliar. Dari sisi kredit, 64% dari Rp11,7 triliun total pinjaman yang disalurkan (outstanding) Bank Sampoerna diberikan pada UMKM.

Penyaluran kredit ke UMKM tersebut, dilakukan secara langsung sebesar Rp4,5 triliun (60% dari total kredit UMKM Bank Sampoerna) dan sebesar Rp3 triliun lainnya disalurkan melalui mitra strategis seperti perusahaan financial technology (fintech), perusahaan peer- to-peer lending, multifinance, koperasi simpan pinjam, perusahaan modal ventura, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, penghimpunan dana murah dalam bentuk tabungan dan giro (Current Accounts and Saving Accounts/CASA) per akhir kuartal II tahun 2025 ini mencapai Rp2,5 triliun, atau meningkat 52% dibandingkan dana yang dihimpun pada tahun sebelumnya. Dengan peningkatan ini, rasio dana murah mencapai 19,2%, jauh meningkat dari 11,7% pada satu tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bank Sampoerna Serahkan Donasi ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat

Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menyampaikan bahwa rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR) berada pada tingkat 88,8% atau 2,5% lebih tinggi dari LDR pada akhir Juni 2024 besar 86,3%.

”Kami menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran kredit untuk memastikan efisiensi pemanfaatan dana tanpa menafikan pentingnya menjaga kondisi likuiditas yang sehat. LDR pada akhir Juni 2025 merupakan kondisi yang baik dan sesuai dengan tingkat risiko yang dapat diterima (risk appetite) Bank dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi,” ujar Henky dalam keterangannya, Selasa (12/8/2025).

Margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang terjaga di level 4,4% untuk enam bulan pertama tahun 2025 mencerminkan kemampuan Bank dalam mengelola kredit dan DPK secara optimal di tengah kondisi pasar yang kompetitif dan kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Kinerja positif Bank Sampoerna dicapai dengan praktik perbankan yang prudent (dilaksanakan dengan berhati-hati) dan dengan fundamental yang sangat kuat. Melayani segmen UMKM dengan risiko kredit yang tinggi, rasio kredit bermasalah bruto dijaga pada tingkat 4,2%. Demikian pula rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sangat solid pada tingkat 27,9%.

CEO Bank Sampoerna, Ali Yong, menegaskan dukungan Bank Sampoerna terhadap UMKM selain berbentuk penyediaan pembiayaan, juga berbentuk penyediaan layanan keuangan lainnya seperti memfasilitasi pembayaran menggunakan QRIS dan transfer dengan biaya yang terjangkau, bahkan gratis.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir dengan layanan penyediaan pembiayaan serta berbagai layanan keuangan yang relevan guna mendukung pertumbuhan pelaku usaha di berbagai daerah,” ujarnya.

Ali juga menegaskan nilai strategis kolaborasi dalam kegiatan usaha yang dijalankan Bank Sampoerna. “Sinergi yang tercipta antara Bank Sampoerna dengan berbagai mitra strategis menjadi ujung tombak bagi Bank dalam memperluas akses pembiayaan serta menyediakan berbagai layanan perbankan yang diperlukan UMKM untuk dapat berkembang secara berkelanjutan,” ungkap dia.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui kerja sama antara Bank Sampoerna dengan berbagai mitra. Dengan kolaborasi tersebut mitra dapat menyediakan layanan perbankan bagi pelanggan/nasabah/anggotanya. Layanan yang diberi Bank Sampoerna ini banyak dikenal sebagai layanan Bank as a Service (BaaS).

Hasilnya tercermin dari peningkatan penggunaan layanan virtual account, pembayaran melalui QRIS, dan transfer dana melalui mitra (host-to-host fund transfer) yang pada periode enam bulan hingga Juni 2025 mencapai 148 juta transaksi senilai total Rp59 triliun, meningkat 10 kali lipat dibandingkan dengan jumlah transaksi pada periode yang sama di tahun 2024.

Kolaborasi juga memungkinkan berbagai layanan inovatif yang dapat langsung dirasakan dan dimanfaatkan masyarakat. Mulai Mei lalu, pengguna Sampoerna Mobile Banking dapat melakukan penarikan tunai tanpa kartu di berbagai ATM milik bank lain secara gratis. Penarikan tunai tanpa biaya juga dapat dilakukan di gerai Alfamart dan Alfa Express di seluruh Indonesia.

Dalam hal dukungan pada masyarakat umum, Bank Sampoerna melanjutkan event SampoernaFest untuk mendorong peningkatan literasi dan pemanfaatan layanan keuangan digital khususnya pada generasi muda.

Melalui acara tersebut, Bank Sampoerna mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fitur Sampoerna Mobile Banking sebagai solusi dalam melakukan transaksi secara ekonomis dan merencanakan keuangan jangka panjang.

Pada tahun 2025 ini, Sampoerna Fest telah sukses dilaksanakan di Palembang, Samarinda dan Makassar dan akan dilanjutkan ke Pekanbaru pada Oktober mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa