AKURAT.CO Kalimat “investasi itu penting” sudah sering terdengar di berbagai kesempatan. Namun, pertanyaan yang lebih krusial adalah kapan waktu yang tepat untuk memulainya? Apakah harus menunggu usia 30 tahun, gaji naik, atau kondisi ekonomi stabil?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Investasi adalah keputusan finansial yang tidak hanya bergantung pada waktu, tetapi juga kesiapan mental dan kondisi keuangan pribadi.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (13/7/2025), secara prinsip, semakin dini seseorang memulai investasi, maka hasil yang bisa diraih di masa depan akan lebih optimal. Hal ini disebabkan oleh efek compounding atau bunga berbunga, yang dapat mempercepat pertumbuhan dana dalam jangka panjang.
Namun demikian, investasi sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru. Seperti membangun rumah, pondasi keuangan yang kuat harus didahulukan sebelum membangun lantai atas.
Sebelum mulai investasi, ada tiga hal penting yang harus dimiliki yaitu pertama, Dana Darurat, idealnya tersedia sebesar 3–6 bulan dari total pengeluaran bulanan untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau kondisi darurat medis. Ini penting agar tidak terpaksa menarik dana investasi saat nilai pasar sedang turun.
kedua, Bebas dari Utang Konsumtif, cicilan berbunga tinggi seperti kartu kredit dan pinjaman online sebaiknya dilunasi terlebih dahulu. Imbal hasil dari investasi umumnya tidak sebanding dengan bunga utang yang membebani keuangan.
Contohnya, reksa dana pasar uang cocok untuk target jangka pendek (kurang dari tiga tahun), sedangkan saham atau reksa dana saham lebih tepat untuk jangka panjang karena volatilitasnya yang tinggi.
Yang penting bukan menunggu “waktu emas”, tetapi kesiapan dari sisi finansial dan mental untuk menghadapi fluktuasi pasar.
Investasi tidak harus dimulai dengan dana besar. Nominal kecil seperti Rp100.000 pada produk reksa dana pun cukup sebagai awal. Yang terpenting adalah memahami profil risiko pribadi, apakah konservatif, moderat, atau agresif, agar bisa memilih instrumen yang sesuai.
Hindari keputusan investasi karena FOMO (Fear of Missing Out). Pahami bahwa semua investasi mengandung risiko. Tujuan utamanya bukan menghindari risiko sepenuhnya, tetapi mengelolanya agar sesuai dengan target dan kemampuan.
Tidak ada usia atau momen “pasti” untuk memulai investasi. Waktu terbaik adalah ketika seseorang sudah siap secara finansial, mental, dan memiliki tujuan yang jelas. Investasi bukan hanya untuk mereka yang sudah kaya, melainkan justru menjadi kendaraan untuk membangun kekayaan secara bertahap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu










