AKURAT.CO Di tengah perubahan ekonomi global dan keadaan pasar yang tidak menentu, masyarakat kini dihadapkan pada pilihan investasi yang semakin beragam. Dua instrumen yang paling menarik perhatian adalah Bitcoin dan emas.
Keduanya dianggap sebagai aset untuk melindungi nilai, namun keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Lalu, mana yang lebih sesuai untuk investasi di era saat ini?
Emas dan Bitcoin menjadi pilihan para investor mulai dari pemula maupun profesional untuk mempertahankan nilai kekayaan di tengah perubahan ekonomi global.
Mengutip berbagai sumber, Rabu (4/6/2025), Bitcoin adalah mata uang digital digital yang beroperasi di atas teknologi blockchain. Pada tahun 2009 bitcoin diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto, membuka babak baru dalam dunia keuangan, menawarkan alternatif bagi sistem perbankan tradisional.
Baca Juga: Bitcoin Flop, Indodax Imbau Investor Tetap Tenang
Tren ini semakin meningkat dari pandemi Covid-19 dan berlanjut hingga saat ini, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi, ketegangan geopolitik, dan perkembangan teknologi.
Fenomena ini mendunia, termasuk di Indonesia, di mana minat terhadap Bitcoin terus meningkat berkat kemudahan akses platform digital, sementara emas tetap populer sebagai investasi tradisional yang populer.
Kedua aset ini dipilih karena dianggap mampu menjaga nilai kekayaan dan aset, terutama ketika nilai mata uang mengalami penurunan dan terjadi inflasi.
Bitcoin menawarkan potensi keuntungan yang signifikan dalam 5 tahun terakhir dibandingkan emas, sementara emas memberikan kestabilan dan kepercayaan yang sudah teruji selama berabad-abad.
Investor bisa membeli Bitcoin melalui platform exchange digital seperti Indodax, Tokocrypto, atau Binance. Sementara emas bisa didapatkan lewat Pegadaian, Antam, toko perhiasan.
Laporan: Varadilla Oktavia/ magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi










