Akurat

Bitcoin Tembus Rp1,7 Miliar, Pasar Kripto Melonjak Berkat Sentimen Positif Global

Hefriday | 10 Mei 2025, 14:20 WIB
Bitcoin Tembus Rp1,7 Miliar, Pasar Kripto Melonjak Berkat Sentimen Positif Global

AKURAT.CO Harga Bitcoin kembali memecahkan rekor dengan menembus level psikologis USD100 ribu per koin atau setara Rp1,7 miliar, didorong berbagai sentimen positif global. Kenaikan tersebut menjadi angin segar bagi pasar kripto yang dalam beberapa pekan terakhir terus menunjukkan performa menguat.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap per Sabtu pagi (10/5/2025), kapitalisasi pasar kripto global meningkat 1,54% dalam 24 jam terakhir menjadi USD3,27 triliun. Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar, tercatat naik 0,33% dan kini diperdagangkan di level USD103.017 per koin.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum (ETH) mencatat penguatan sebesar 6,21% menjadi USD2.337 per koin, sementara Binance Coin (BNB) naik signifikan hingga 7,65% ke level USD671 per koin. Bahkan, Ethereum mencatat kenaikan mingguan terbaiknya sejak 2021.

Baca Juga: Bitcoin Tembus USD79.000, Berpotensi Tembus USD150.000 di September 2025

Menurut laporan CNBC Internasional, harga Bitcoin sempat menyentuh angka tertinggi dalam beberapa bulan terakhir di USD104.324. Ini menjadi rekor tertinggi sejak 31 Januari 2025 dan mencatatkan kenaikan empat pekan berturut-turut, yang merupakan rentetan performa terbaik sejak November tahun lalu.

Kepala Investasi Xapo Bank, Gadi Chait, menyebut lonjakan harga ini bukan semata didorong euforia pasar, tetapi mencerminkan pergeseran aliran dana besar-besaran ke aset kripto. Ia mengungkapkan bahwa investor institusi besar atau dikenal dengan istilah “whale” terus mengakumulasi Bitcoin di jaringan blockchain secara langsung.

Selain itu, meningkatnya permintaan atas produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Bitcoin turut menjadi pendorong harga. Ketidakpastian ekonomi global akibat potensi konflik tarif perdagangan membuat investor mencari instrumen investasi “netral”, dan Bitcoin menjadi salah satu pilihan utama.

Kondisi pasar juga diuntungkan dari kesepakatan dagang terbaru antara Amerika Serikat dan Inggris, serta sinyal pelonggaran tarif dengan China. Faktor-faktor ini memberi sentimen positif pada pasar global, termasuk saham, komoditas, dan tentu saja aset digital seperti Bitcoin dan altcoin.

Kenaikan juga menjalar ke mata uang kripto alternatif atau altcoin. Ethereum melonjak 11% dalam satu hari, menyusul keberhasilan jaringan ini merampungkan upgrade teknologi bernama Pectra.

Baca Juga: Bitcoin Kuat di Kanal Gaussian, Sinyal Positif Penguatan Harga

Pembaruan ini memungkinkan transaksi lebih efisien dan memperkuat fitur smart wallet, yang semakin memperluas penggunaan Ethereum dalam aplikasi desentralisasi.

Token lain seperti Solana pun tak ketinggalan. Dalam dua hari terakhir, Solana mencatatkan kenaikan 17% dan secara mingguan naik 16%, menjadi pekan terbaik sejak Januari. Meski demikian, secara tahunan, performa altcoin utama seperti Ethereum dan Solana masih tertinggal dibanding Bitcoin.

Menurut Eric Chen, Co-Founder dari Injective, perbedaan performa ini berkaitan dengan struktur pasar yang berubah sejak kehadiran ETF Bitcoin spot pada tahun lalu. Investor institusi kini lebih memilih Bitcoin karena lebih stabil dan diakui sebagai aset utama, sementara altcoin masih bergantung pada modal spekulatif dari komunitas kripto.

Analis Wolfe Research, Read Harvey, menyarankan agar investor saat ini fokus pada Bitcoin. Dalam laporan analisanya, ia menyebut bahwa BTC adalah satu dari dua aset kripto yang berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun ini.

“Strategi terbaik adalah bertahan pada Bitcoin hingga tekanan risiko global mereda,” tulisnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi