Terkuak! Ternyata Ini Keluhan Lotte Group Saat Bertemu Prabowo

AKURAT.CO Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani membeberkan hambatan investasi yang dirasakan oleh Lotte Group di Indonesia.
Rosan bilang, sejatinya hambatan tersebut telah disampaikan Lotte kepada pihaknya sebelum bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (28/4/2025).
"Itu yang mereka sampaikan dan kebetulan memang sebelum itu disampaikan langsung ke Pak Presiden, kami pun sudah bertemu dengan mereka dan kita sedang pelajari ya," jelasnya dalam acara Konferensi Pers Capaian Realisasi Investasi Kuartal I Tahun 2025 di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Baca Juga: 844 BUMN Resmi Jadi Bagian Danantara, Rosan: Mulai dari Anak, Cucu Sampai Cicit
Diakui Rosan, kendala yang dirasakan Lotte untuk merealisasikan investasinya sejauh ini lebih banyak berasal dari instansi lain di luar Kementerian Investasi. Kendati demikian, dirinya tidak menyebutkan lebih detail kementerian atau lembaga yang dimaksud tersebut.
"Dan memang selama ini yang disampaikan mungkin kendalanya lebih berhubungan kepada, kalau boleh saya sampaikan di tempat lain ya, di tempat lain, itu yang diharapkan bisa lebih cepat gitu ya. Bukan di kami nih, tapi mohon maaf saya tidak kasih tau di tempat lainnya enggak enak nantinya ya," terang Rosan.
Meski begitu, Rosan menekankan bahwa Presiden langsung merespon keluhan tersebut dan meminta agar seluruh kendala segera dilaporkan secara tertulis kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti.
Baca Juga: Rosan Ungkap Alasan Pemerintah Terima Huayou Gantikan LG dalam Proyek Baterai EV
"Tapi pada intinya itu, tapi Pak Presiden responnya sangat baik, sangat cepat. Beliau menyampaikan, oke kendala itu apa saja, tuliskan dan kirimkan segera kepada beliau, kepada kami, Kementerian Investasi agar kami pun juga bisa ikut menindaklanjuti kendala-kendala yang berada di agensi atau kementerian lain," pungkas Rosan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










