BSI Resmi Menjadi Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia, Begini Prospek dan Potensinya

AKURAT.CO PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) kini resmi menjadi bank emas syariah pertama di Indonesia.
Dengan status baru ini, BSI berpotensi mengelola emas dalam jumlah yang semakin besar dari masyarakat yang mempercayakan investasinya.
Menurut Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, saat ini total emas yang telah dikelola BSI mencapai 17,5 ton.
Jumlah tersebut berasal dari berbagai layanan emas yang ditawarkan BSI, seperti Gadai Emas, Cicil Emas dan BSI Emas Digital.
Ia meyakini bahwa jumlah tersebut berpotensi mengalami pertumbuhan signifikan dengan hadirnya bank emas.
Baca Juga: Prabowo Resmikan Bullion Bank, Layanan Bank Emas Pertama di Indonesia
Dalam lima tahun ke depan, Hery memperkirakan jumlah emas yang dikelola BSI bisa meningkat hingga lima atau enam kali lipat dari angka saat ini.
Bahkan, pada tahun ini saja, BSI menargetkan pertumbuhan setidaknya dua kali lipat menjadi sekitar 30 ton.
Salah satu faktor pendorong pertumbuhan ini adalah perubahan kebijakan terkait batasan transaksi emas.
Sebelumnya, setiap nasabah hanya diperbolehkan melakukan transaksi emas dengan nilai maksimal Rp250 juta.
Namun, dengan adanya bank emas, batasan tersebut dihapuskan.
Baca Juga: Bank Emas Bakal Dongkrak PDB dan Buka 1,8 Juta Lapangan Kerja Baru
Kini, nasabah memiliki kebebasan untuk membeli emas dalam jumlah besar, bahkan hingga beberapa kilogram dan menyimpannya di BSI.
Hery juga optimistis bahwa kehadiran BSI sebagai bank emas syariah pertama akan menjadi game changer dalam industri keuangan syariah.
Dengan demikian, masyarakat mendapatkan alternatif instrumen investasi yang aman, mudah dan dapat diakses kapan saja serta di mana saja.
Saat ini, total omzet bisnis emas BSI telah mencapai Rp 28,7 triliun dengan potensi volume transaksi mencapai 250 ton dalam lima tahun ke depan.
Selain bertambahnya jumlah emas yang dikelola, bank emas ini juga diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi BSI, terutama dalam hal pendapatan berbasis komisi (fee based income).
Baca Juga: OJK Dorong Bank Emas Tingkatkan Likuiditas dan Stabilitas Ekonomi
Sebagai perbandingan, pada 2024, fee based income dari bisnis emas BSI telah mencapai Rp1 triliun.
Dengan adanya bank emas, Hery memperkirakan pendapatan ini bisa meningkat hingga tiga atau empat kali lipat di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







