Akurat

Awali 2025, IHSG Nanjak 1,82 Persen ke 7.164,43 Selama Sepekan

Hefriday | 4 Januari 2025, 13:30 WIB
Awali 2025, IHSG Nanjak 1,82 Persen ke 7.164,43 Selama Sepekan

AKURAT.CO Selama pekan pertama perdagangan tahun 2025 (30 Desember 2024 - 3 Januari 2025), IHSG mencatatkan penguatan sebesar 1,82% ke level 7.164,429, dibandingkan 7.036,571 pada pekan sebelumnya.

Searah, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 1,48% menjadi Rp12.445 triliun dari Rp12.264 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa mencatat kenaikan tertinggi sebesar 6,08% menjadi 1,03 juta kali transaksi dari 970 ribu kali transaksi pada pekan lalu. Hal ini mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia.

Namun, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 8,45% menjadi Rp9,74 triliun dari Rp10,64 triliun pada pekan sebelumnya. Demikian pula, rata-rata volume transaksi harian turun 12,40% menjadi 21,38 miliar lembar saham dari 24,40 miliar lembar saham.

Baca Juga: Sesi I, IHSG Menghijau ke 7.167,27

Implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) juga menjadi sorotan. Regulasi ini diharapkan mampu mendorong inovasi produk keuangan, termasuk penyempurnaan kerangka pengaturan dan regulasi batas emisi sektoral guna mendukung pengembangan bursa karbon.

Pada perdagangan pekan ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp571,38 miliar. Sepanjang tahun 2025 hingga saat ini, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp817,08 miliar.

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani, pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan pasar modal melalui berbagai inisiatif strategis. "Pendalaman pasar, peningkatan literasi keuangan masyarakat, hingga implementasi regulasi pajak karbon menjadi prioritas kami untuk mendorong keberlanjutan pasar modal," ungkap Sri Mulyani saat membuka perdagangan BEI tahun 2025 pada Kamis (2/1/2025) di Main Hall BEI.

Sri Mulyani yang turut didampingi oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK RI Mahendra Siregar, dan Direktur Utama BEI Iman Rachman juga menekankan pentingnya inovasi untuk menjaga daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.

"Kita harus terus beradaptasi dan berinovasi untuk menjawab tantangan zaman, terutama di era digitalisasi dan keberlanjutan," tekannya.

Dengan berbagai pencapaian di tahun 2024 dan optimisme awal tahun 2025, pasar modal Indonesia diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian nasional. Kolaborasi antara pemerintah, OJK, dan pelaku pasar menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa