BTPN Gandeng Syailendra Capital Luncurkan 5 Reksa Dana Unggulan

AKURAT.CO Bank BTPN dan Syailendra Capital menjalin kemitraan strategis untuk memperluas pilihan investasi reksa dana bagi investor domestik. Pengguna aplikasi Jenius dapat mengakses lima produk reksa dana unggulan dari Syailendra Capital.
Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa pada Juni 2024, ada 12,3 juta investor reksa dana di Indonesia, meningkat lebih dari 115% sejak 2021. Meski demikian, literasi dan inklusi keuangan di pasar modal masih rendah, dengan tingkat inklusi turun menjadi 75% pada 2023, meskipun literasi finansial meningkat menjadi 65,4%.
Menurut Fajar R. Hidayat, CEO Syailendra Capital, pertumbuhan jumlah investor reksa dana merupakan indikator positif yang perlu terus didorong. Pertumbuhan jumlah investor reksa dana mencerminkan tren positif yang harus didorong lebih lanjut.
"Kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk menghadirkan layanan investasi yang lebih mudah diakses dan aman bagi masyarakat," katanya dalam sambutannya di acara Media Financial Class bertajuk Smart Steps to Build Wealth with Mutual Funds di Jakarta, Senin (12/8/2024).
Melalui aplikasi Jenius, Bank BTPN menawarkan 5 produk reksa dana dari Syailendra Capital, sebagaimana uraian berikut.
Baca Juga: Direksi PT Syailendra Capital Dicecar Soal Korupsi BPJS TK
1. Syailendra Dana Kas
Kategori Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) yang ditujukan untuk investor dengan profil risiko konservatif. Produk ini menawarkan volatilitas yang sangat rendah dan cocok untuk investasi jangka pendek dengan target kurang dari satu tahun.
2. Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP)
Kategori Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) dengan alokasi dana sebesar 80%-100% pada obligasi pemerintah dan korporasi. Per 28 Juni 2024, 63% dana diletakkan di obligasi korporasi, menjadikannya pilihan ideal untuk investasi jangka menengah hingga panjang.
3. Syailendra Fixed Income Fund (SFIF)
Juga termasuk dalam kategori Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), produk ini memfokuskan 80%-100% dananya pada surat utang negara (SUN), sukuk, dan obligasi korporasi. Pada 28 Juni 2024, 94,5% portofolio terfokus pada obligasi pemerintah.
4. Syailendra MSCI Value Index Fund (SMSCI) Kelas A
Kategori Reksa Dana Indeks yang mengacu pada indeks MSCI dan berinvestasi pada saham undervalued. Per 28 Juni 2024, 56% dana dialokasikan ke sektor perbankan besar, menjadikannya pilihan untuk investasi jangka panjang.
5. Syailendra Equity Opportunity Fund (SEOF) Kelas A
Reksa Dana Saham yang dikelola dengan strategi konsentrasi untuk meraih return yang melebihi IHSG, cocok untuk investor yang mencari potensi imbal hasil tinggi.
Senada, Wakil Direktur Utama Bank BTPN Darmadi Sutanto, menegaskan komitmen banknya untuk menyediakan solusi keuangan yang komprehensif dengan dukungan teknologi digital.
"Kami berkomitmen untuk menyediakan solusi keuangan yang komprehensif dengan dukungan teknologi digital. Syailendra Capital telah terbukti dengan rekam jejak lebih dari 17 tahun dan performa produk yang konsisten melampaui benchmark, serta menawarkan variasi produk yang relevan untuk nasabah kami," tegas Darmadi.
Pengguna Jenius yang tertarik berinvestasi dalam produk reksa dana Syailendra Capital dapat memulai dengan modal awal yang terjangkau, mulai dari Rp10.000. Mereka juga dapat memantau kinerja portofolio mereka melalui fitur ‘Wealth’ di aplikasi Jenius, yang menyediakan informasi mengenai total investasi dan return dalam Rupiah beserta persentasenya.
Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-8 Jenius yang bertema “Hoki Go Lucky,” terdapat penawaran khusus berupa cashback Rp88.888 untuk 888 pengguna tercepat yang melakukan pembelian produk reksa dana Syailendra Capital melalui aplikasi Jenius selama bulan Agustus.
Di sisi lain, Certified Financial Planner, Aline Wiratmadja, menyambut baik kolaborasi antara Bank BTPN dan Syailendra Capital. Menurut Aline, langkah ini merupakan upaya positif untuk memperluas akses investasi bagi masyarakat Indonesia.
"Kolaborasi antara Bank BTPN dan Syailendra Capital adalah langkah positif dalam meningkatkan akses investasi. Penting untuk melakukan edukasi yang luas agar masyarakat Indonesia memiliki literasi finansial yang lebih baik dan terhindar dari praktik penipuan investas," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










