OJK Genjot Literasi Keuangan Pelajar di Daerah Terpencil

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan inisiatif baru untuk memperluas literasi keuangan di kalangan pelajar di daerah tertinggal. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Frederica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya OJK untuk memperluas akses dan pemahaman tentang keuangan di seluruh Indonesia
Hal ini merupakan, langkah-langkah terbaru yang diambil untuk meningkatkan pemahaman keuangan di kalangan pelajar. "Kami menyadari bahwa akses ke informasi keuangan yang memadai tidak merata di seluruh wilayah. Oleh karena itu, kami meluncurkan program yang fokus pada pelajar di daerah tertinggal untuk memastikan mereka mendapatkan pengetahuan yang sama mengenai manajemen keuangan," ujarnya dalam acara Edukasi Keuangan Difabel, di kantor Kabupaten Toba, Medan pada Jumat (9/8/2024).
Program baru ini, yang dinamakan "Kejar Satu Rekening Satu Pelajar," bertujuan untuk memberikan edukasi keuangan dasar kepada pelajar di berbagai daerah. Frederica mengungkapkan bahwa hingga saat ini, program ini telah berhasil membuka lebih dari 57,8 juta rekening dengan total nilai sekitar 35 triliun rupiah untuk pelajar di seluruh Indonesia.
"Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang keuangan tetapi juga memastikan bahwa pelajar dapat memanfaatkan produk keuangan yang ada," jelasnya.
Baca Juga: OJK Genjot Inklusi Keuangan ke Penyandang Disabilitas lewat Program Satu Rekening Satu Disabilitas
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mempersiapkan generasi mendatang agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi. "Dengan meningkatkan literasi keuangan sejak dini, kami berharap pelajar dapat membuat keputusan finansial yang lebih baik di masa depan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi negara," kata Frederica.
Selain program literasi keuangan, OJK juga meluncurkan berbagai inisiatif untuk memfasilitasi akses keuangan bagi pelajar di daerah tertinggal, termasuk penyediaan rekening tabungan dengan biaya rendah dan akses ke produk keuangan yang ramah pelajar.
"Kami bekerja sama dengan berbagai lembaga keuangan untuk memastikan bahwa produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelajar di daerah tertinggal," tambah Frederica.
OJK juga berencana untuk memperluas program ini ke lebih banyak daerah di masa depan. "Kami ingin memastikan bahwa semua pelajar, tidak peduli di mana mereka berada, mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar tentang keuangan dan memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia," ujar Frederica.
Serta, ia juga menekankan pentingnya kerjasama dengan pemerintah daerah dan sekolah untuk memastikan keberhasilan program ini. Acara peluncuran ini merupakan salah satu langkah konkret OJK dalam meningkatkan inklusi keuangan dan mempromosikan pendidikan keuangan di seluruh Indonesia.
"Kami percaya bahwa dengan pengetahuan yang tepat, pelajar dapat menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri dan mampu mengelola keuangan mereka dengan lebih baik," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










