Akurat

Ini Alasan Victoria Syariah Lebih Menggiurkan bagi BTN Ketimbang Muamalat

Silvia Nur Fajri | 4 Juli 2024, 19:37 WIB
Ini Alasan Victoria Syariah Lebih Menggiurkan bagi BTN Ketimbang Muamalat

AKURAT.CO PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dikabarkan lebih tertarik mengakuisisi PT Bank Victoria Syariah dibandingkan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Menurut Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, Victoria Syariah menawarkan nilai tambah yang lebih besar dan kesamaan visi pasca-konsolidasi.

"BTN melihat potensi nilai tambah yang signifikan dan kesamaan visi dengan Victoria Syariah. Hal ini menjadikan Victoria Syariah lebih menggiurkan bagi BTN dibandingkan dengan opsi lainnya," katanya kepada Akurat.co, kamis (4/7/2024).

Beralihnya minat investasi BTN dari Muamalat ke Victoria Syariah cukup disayangkan. Pasalnya regulator atau OJK tengah mendorong konsolidasi perbankan syariah Tanah Air, agar ada 2 hingga 3 bank syariah besar seperti BSI dan pada akhirnya industrinya tumbuh sehat.

Terkait Bank Syariah Indonesia (BSI) yang terlihat stabil namun santer dikabarkan bakal perlahan ditinggalkan investor lainnya yakni BRI dan BNI, Sutan menilai keputusan BRI dan BNI ini didasarkan pada strategi dan tujuan perusahaan masing-masing.

Baca Juga: Lika-liku Bank Muamalat Yang Batal Diakuisisi BTN

"Keputusan BRI dan BNI untuk meninggalkan BSI didasarkan pada strategi dan tujuan perusahaan masing-masing. Meskipun saya tidak memiliki akses langsung ke alasan internal mereka, beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi keputusan ini termasuk perubahan strategi bisnis, evaluasi kinerja, dan pertimbangan terhadap pangsa pasar dan profitabilitas," jelasnya.

Menurut Sutan, meski dampak dari divestasi terhadap kinerja operasional dan keuangan BSI masih menjadi tanda tanya, ada setidaknya 4 faktor penting yang harus dipertimbangkan BSI di tengah isu bakal hengkangnya investor saat ini.

1. Pangsa Pasar dan Keberlanjutan Bisnis

Dengan kepergian BRI dan BNI, BSI harus memastikan keberlanjutan bisnisnya. Mereka perlu memperkuat strategi pemasaran, menggaet nasabah baru, dan mempertahankan nasabah yang ada untuk memastikan pangsa pasar yang sehat.

2. Profitabilitas

Kehilangan dua bank besar sebagai pemegang saham bisa memengaruhi profitabilitas BSI. Mereka perlu mengelola biaya operasional dengan efisien dan memaksimalkan pendapatan agar tetap menguntungkan.

3. Kepemimpinan

Sebagai satu-satunya pemegang saham pengendali, Bank Mandiri harus memainkan peran aktif dalam mengarahkan BSI. Kepemimpinan yang kuat dan strategi yang jelas akan menjadi kunci.

4. Tantangan Sektor Perbankan Syariah

Secara umum, sektor perbankan syariah di Indonesia menghadapi tantangan, termasuk persaingan ketat, regulasi yang kompleks, dan perubahan tren pasar. BSI harus beradaptasi dengan cepat untuk tetap relevan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.