Dari Juragan Warung Padang hingga Pedagang, Ini Kisah Sukses Penguasaha Diaspora Yang Dibiayai BNI

AKURAT.CO PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terus mendukung pelaku usaha diaspora untuk memajukan bisnis mereka dalam bentuk pembiayaan. Setidaknya ada empat produk yang disediakan BNI untuk diaspora, yakni saving (tabungan), invest (investasi), loan (pinjaman) dan Xpora.
Menurut International Banking and Financial Institution Division Head BNI, Rima Cahyani, keempat produk tersebut terus dikembangkan untuk mendukung global diaspora banking solution. Untuk diaspora saving misalnya, ditujukan untuk membantu diaspora yang akan melakukan pembukaan tabungan di 6 KCLN BNI.
Kemudian diaspora invest ditujukan untuk WNI atau eks WNI ataupun WNA yang ingin melakukan investasi lewat instrumen surat berharga negara atu bonds. Diaspora invest menjadi salah satu sumber funding negara dimana BNI telah berdiskusi dengan Kementerian Keuangan untuk menerbitkan diaspora bond yang ditujukan untuk diaspora.
Baca Juga: Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, BNI Edukasi Masyarakat Pengelola Sampah
"Kalau kita lihat di market, salah satu diaspora bond yang oversubscribed di market itu contohnya oleh Pemerintah Rusia dan Israel serta India dan sukses. Namun ada juga enggak terlalu laku di pasar seperti Filipina dan Sri Lanka. Nah apakah Indonesia dengan diasporanya bisa memberikan sumber funding yang cukup untuk kebutuhan di Indonesia?," ujar Rima di sela Webinar Akurat.co bertajuk Pertumbuhan Kredit di Tengah Ancaman Risiko Global, Selasa (25/6/2024), yang didukung BNI dan Jamkrindo.
Ditambahkan, untuk diaspora loan BNI selalu mendukung diaspora melakukan ekspansi bisnis mereka di luar negeri, dengan pemberian kredit untuk diaspora business owner dalam bentuk working dan investment capital.
"Memang nominalnya tidak terlalu besar untuk yang capital loan karena ini lebih ke day to day business operation. Tenornya kita batasi di 1 tahun kemudian kredit limitnya kami batasi USD1 juta. Kemudian collateral, personal guarantee ini juga menjadi sesuatu yang kita minta di dalam pemberian kredit ini," imbuhnya.
Sementara untuk investment loan, tenornya bisa sampai 15 tahun dengan limit kredit USD1,5 juta. Untuk collateral, harus dalam bentuk objek yang dibiayai BNI. Kedua jenis loan ini disebut Rima untuk mendukung business growth dan expantion nasabah diaspora. Ia mencontohkan beberapa diaspora yang berhasil dibiayai. Salah satunya Warung Padang La Pejo dan beberapa diaspora di Jepang dan London.
"Yang juga kami banggakan sebagai one of the success story dan bisa kita gunakan as a template untuk transaksi lain adalah Surya Trading, salah satu Indonesian product leader yang ada di Hong Kong di mana tahun lalu kami berhasil memberikan business matching ke mereka yaitu dengan memberikan beberapa produk UMKM Indonesia untuk diambil, diekspor oleh Surya Trading. Barangnya pun seperti tempe, Ubi, Sarang Burung Walet dan beberapa komoditas lainnya," paparnya.
Meski saat ini kebanyakan nasabah diaspora loan BNI bergerak di bidang restoran, pihaknya berharap ke depan akan lebih banyak lagi perusahaan Indonesia di luar restoran yang bisa BNI support. "Terakhir, Xpora. Ini merupakan platform untuk mendukung UKM, menghubungkan eksportir, diaspora dan global buyer," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










