Akurat

Grup Djarum, Sampoerna hingga Adaro Disebut Merapat ke Prabowo-Gibran, 'Gak Bahaya Ta'

M. Rahman | 23 Januari 2024, 17:05 WIB
Grup Djarum, Sampoerna hingga Adaro Disebut Merapat ke Prabowo-Gibran, 'Gak Bahaya Ta'

AKURAT.CO Konglomerat sekaligus pemilik Adaro Group, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir menyatakan pihaknya bersama Grup Djarum dan Sampoerna dan pihak lainnya yang mewakili sepertiga perekonomian RI mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Hal tersebut disampaikan Boy yang merupakan kakak Menteri BUMN Erick Thohir di sela acara Relawan Erick Thohir Alumni Amerika Serikat (ETAS) di Plaza Senayan, Jakarta, Senin malam, 22 Januari 2024.

Boy Thohir menyebut, sepertiga penyumbang perekonomian Indonesia siap membantu memenangkan pasangan calon presiden nomor urut dua, dan tak sedikit pengusaha kakap yang siap mendukung kemenangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres tahun ini.

Baca Juga: Daftar 5 Orang Terkaya RI November 2023, Prajogo Pangestu Geser Low Tuck Kwong

"Walaupun kami jumlahnya sedikit, tapi ya di ruangan ini mungkin sepertiga perekonomian Indonesia ada di sini. Mulai dari Djarum Grup, Sampoerna Grup, Adaro Grup, siapa lagi, pokoknya grup-grup semua ada di sini," ujarnya dikutip Selasa (23/1/2024).

Deklarasi Boy sontak mengundang berbagai reaksi. Mengutip istilah yang sempat viral di tahun 2023 lalu, gak bahaya ta atau gestur atau aksi-aksi ringan seseorang atau situasi yang terlihat berbahaya. 

Lantas apa benar klaim ketiga grup konglomerasi tersebut mewakili sepertiga ekonomi RI? 

Grup Djarum sendiri merupakan salah satu konglomerat terbesar di Indonesia yang dikenal sebagai produsen rokok kretek. Grup ini berasal dari perusahaan rokok kecil bernama Djarum Gramophon yang hampir bangkrut.

Pada 1951, Oei Wie Gwan membeli perusahaan tersebut dan mengubah namanya menjadi Djarum. Perusahaan sempat mengalami kemunduran besar ketika kebakaran menimpa pabrik pada tahun 1963, yang diikuti oleh kematian Oei Wie Gwan di tahun yang sama. Setelah peninggalan Oei Wie Gwan, perusahaan kemudian dilanjutkan oleh kedua anaknya, Budi dan Bambang Hartono.

Budi dan Bambang Hartono berhasil membangun kembali perusahaan dan mengembangkan bisnisnya ke berbagai sektor lain seperti perbankan, telekomunikasi, properti, hingga ecommerce dengan mendirikan atau mengakuisisi berbagai perusahaan. Beberapa perusahaan yang termasuk dalam bisnis Grup Djarum bahkan sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Beberapa emiten milik Grup Djarum di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) dan PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC).

Sementara Grup Sampoerna dan entitas atau anak usahanya juga sudah tercatat di BEI sebagai PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dan Grup Adaro bersama entitasnya tercatat sebagai PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).

Mengacu kapitalisasi pasar emiten-emiten tersebut, cukup dominan atau mewakili porsi terbesar di BEI. Beberapa bahkan sempat keluar masuk daftar saham blue chip seperti indeks LQ45 dan sebagainya.

Namun yang dimaksud Boy mewakili sepertiga kekayaan RI sepertinya lebih ke individu atau hadirin yang ada di forum tersebut, yang jumlahnya sekitar 100 orang karena Adaro lewat Head of Corporate Communication Adaro, Febriati Nadira telah mengklarifikasi klaim Boy sebagai salah satu pemegang saham Adaro Group merupakan pendapat pribadi sebagai warga negara dan tidak mewakili pendapat atau pilihan seluruh karyawan.

Nampak hadir dalam forum tersebut di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, eks menteri perdagangan Muhammad Luthfi, Ketua TKN Prabowo-Gibran Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, petinggi TKN Budisatrio Djiwandono, Tsamara Amany, dan Maruarar Sirait.

Yang menarik Boy juga sempat menyinggung nama Ninin yang disebut sebagai the ricest wanita di Indonesia. Arini Saraswati Subianto atau Ninin, putri sulung konglomerat batu bara Benny Subianto yang memimpin seluruh unit usaha dibawah naungan PT Persada Capital Investama yang menggarap perkebunan, pertanian, konstruksi, properti, pertambangan, hingga kesehatan. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa