Mandiri Capital Indonesia Bidik Pendanaan ke Ekonomi Digital di 2024

AKURAT.CO PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), Corporate Venture Capital milik PT Bank Mandiri (Persero) tbk (BMRI) bakal tetap mencari peluang pendanaan di berbagai sektor atau agnostik di 2024.
CFO Mandiri Capital Indonesia, Wisnu Setiadi mengatakan pihaknya pada 2024 menyesuaikan strategi investasi untuk mengikuti tren ekonomi global dan kondisi pasar terkini dengan mengembangkan manajemen risiko yang prudent dan efektif.
"Kami terus mencari peluang investasi yang berpotensi menguntungkan, sebagai fondasi utama dalam pengelolaan portofolio kami," ujarnya dikutip Kamis (18/1/2024).
Baca Juga: Mandiri Capital Indonesia Buka Peluang Sinergi Lewat Program Xponent dan Zenith
Ditambahkan, tahun 2024 kriteria investasi MCI dirancang khusus untuk memperkuat pengelolaan portofolio dengan prioritas pada investasi yang memiliki potensi untuk menciptakan nilai jangka panjang dengan tetap memperhatikan fundamental yang baik serta memiliki journey to profitability yang jelas.
Diketahui, sepanjang tahun 2023 lalu, MCI telah menginisiasi berbagai aktivitas pendanaan. Di antaranya kolaborasi bersama lima Corporate Venture Capital (CVC) dari BUMN dalam pembentukan Merah Putih Fund dan pembentukan BTN Fund bersama Bank BTN.
Kemudian kerjasa sama strategis bersama dengan Investible untuk mengelola Mandiri Investible Global Climate Tech Fund yang ditujukan untuk mendukung startup di sektor Climate Tech di Asia Tenggara dan Oceania.
Untuk tahun 2024, MCI akan bermitra strategis dengan VC global, memperluas kolaborasi lintas batas dan menjalin kerja sama dengan global innovation hubs.
MCI juga punya bold aspiration untuk memperbesar kontribusi ke dalam ekonomi digital. Salah satunya dengan melakukan investasi yang didukung oleh funds baru dan menjadi Prominent Global VC Player.
Lewat pendirian beberapa fund baru, MCI akan mengembangkan strategi investasi melalui kolaborasi dengan para strategic partners. Sehingga, MCI dapat mengakses sektor
baru, baik di dalam maupun di luar Indonesia.
Selain itu, MCI juga memberikan peluang untuk 23 startup portofolio mereka untuk mengakses new markets, termasuk ekspansi ke pasar internasional.
Tambahan informasi, pada 2023 lalu MCI juga terus mencipatakan value creations demi mencapai bisnis yang berkelanjutan, misalnya lewat implementasi program XYZ.
Program XYZ meliputa Xponent untuk business matchmaking startup dengan Mandiri Group, program Xchange dengan melakukan innovation benchmark terhadap beberapa innovation lab yang ada di Singapore serta Y-Axis yang mewadahi para startup untuk memperluas jejaring terhadap tech-community, investor dan korporasi.
Kemudian program Zenith Accelerator yang ditujukan untuk pengembangan bisnis dan kolaborasi bersama ekosistem Mandiri Group.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








