2 Tahun Menjabat Menteri, Maruarar Sebut Pegawai Kementerian PKP Bertambah Jadi Hampir 4.000 Orang

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengungkapkan, perkembangan fasilitas kantor kementeriannya selama masa kepemimpinannya.
Sejak mulai menjabat pada 21 Oktober 2024, Kementerian PKP yang semula hanya menempati satu kantor kini telah memiliki sejumlah lokasi kerja tambahan untuk mendukung aktivitas pegawai.
Maruarar mengatakan, pada awal masa jabatannya, Kementerian PKP hanya berkantor di gedung lama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Seiring bertambahnya kebutuhan operasional, kementerian kini memanfaatkan sejumlah lokasi kantor dengan dukungan berbagai pihak, termasuk perbankan dan perusahaan negara.
Baca Juga: Maruarar Sambangi Menko Bahlil, Bahas Konsep Perumahan Berbasis Jargas dan PLTS
"Waktu saya jadi Menteri, tanggal 21 Oktober 2024, kantornya hanya satu di kantor PU yang lama. Sekarang, belum sampai dua tahun, kantornya sudah tambah sekitar delapan," kata Maruarar dalam sambutannya di Gedung BRIPENS, Selasa (13/10/2026).
Ara menyebut dukungan fasilitas kantor antara lain berasal dari BRI, Pertamina, dan BTN. Menurutnya, ketersediaan ruang kerja yang lebih memadai diperlukan untuk menunjang produktivitas pegawai di tengah meningkatnya tanggung jawab kementerian.
Maruarar juga menyoroti pertumbuhan jumlah pegawai yang harus diimbangi dengan peningkatan fasilitas dan kualitas lingkungan kerja. Dalam sambutannya, ia menyebut jumlah pegawai yang sebelumnya sekitar 700-800 orang kini telah mencapai sekitar 4.000 orang. "Dulu pegawainya sekitar 700 atau 800, sekarang hampir 4.000," ujarnya.
Menurut Maruarar, penambahan fasilitas tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan ruang kerja, tetapi juga upaya meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan pegawai. Ia menyebut kementeriannya telah mengupayakan penyediaan sekitar 300 unit rumah bagi pegawai serta dua unit bus untuk mendukung mobilitas mereka.
Ara berharap fasilitas yang lebih memadai dapat mendorong peningkatan produktivitas, integritas, dan kualitas pelaksanaan program perumahan pemerintah. "Saya yakin ini adalah tempat yang nyaman, dan harusnya juga dengan kenyamanan kerja, produktivitas, output kerjanya, integritasnya, targetnya bisa lebih baik lagi," kata Maruarar.
Di sisi lain, bertambahnya kebutuhan operasional Kementerian PKP berlangsung bersamaan dengan peningkatan target program perumahan. Maruarar menyebut program bedah rumah yang sebelumnya menargetkan 45.000 unit kini ditingkatkan menjadi 400.000 unit.
Pemerintah juga mengembangkan skema dukungan pembiayaan dan bantuan perumahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Maruarar menyinggung program kredit renovasi rumah serta peningkatan dukungan pembiayaan perumahan yang menurutnya menjadi bagian dari upaya mempercepat pencapaian target pemerintah. "Ini adalah tantangan-tantangan kita," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








