Pemerintah Bakal Gelar Akad Massal 25 Ribu Rumah Subsidi, Terbesar Sepanjang Sejarah
Hefriday | 25 September 2025, 10:27 WIB

AKURAT.CO Pemerintah akan menggelar penyerahan unit atau akad rumah subsidi secara massal terbesar pada Senin, 29 September 2025, melibatkan sedikitnya 25 ribu debitur yang akan menerima manfaat program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara mengatakan, akad massal ini merupakan yang pertama kali digelar dengan jumlah peserta sangat besar. Acara utama dijadwalkan berlangsung di Bogor, Jawa Barat.
“Kami akan melaksanakan untuk pertama kali akad minimal 25 ribu rumah subsidi pada Senin, tanggal 29 September 2025,” kata Ara di Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Ara menjelaskan, pemilihan Bogor sebagai lokasi seremoni bukan tanpa alasan. Selain kualitas pembangunan rumah subsidi di daerah tersebut dinilai memadai, Kabupaten Bogor juga menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, menambahkan bahwa kegiatan ini akan menjadi momen bersejarah. Dirinya menyebut akad massal kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) ini merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia.
“Meski seremoni dipusatkan di Bogor, pelaksanaan akad massal tetap digelar serentak di 90 titik di 30 provinsi di Indonesia,” kata Heru.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam seremoni tersebut. Kehadiran Presiden diharapkan menambah semangat bagi pemerintah, pengembang, serta calon debitur untuk mempercepat realisasi program rumah subsidi.
“Kami akan mengundang Bapak Presiden untuk hadir pada kegiatan akad massal KPR FLPP terbesar sepanjang sejarah,” ujar Heru.
Lebih lanjut, pemerintah juga tengah menyiapkan skema baru untuk penyediaan rumah subsidi di kota-kota besar, termasuk Jakarta. Skema tersebut akan difokuskan pada pembangunan rumah susun (rusun) mengingat keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
“Dengan strategi rumah susun, masyarakat berpenghasilan rendah juga tetap bisa menikmati rumah subsidi di pusat-pusat kota,” jelas Ara.
Berdasarkan data BP Tapera, realisasi KPR rumah subsidi sejak 1 Januari hingga 15 September 2025 tercatat sebanyak 221.047 unit.
Dari jumlah itu, sebanyak 45.385 unit masih dalam proses pembangunan, termasuk yang sudah siap huni namun belum akad, hingga yang sudah akad tetapi pencairan dana KPR belum terealisasi.
Adapun yang sudah terealisasi penuh, mulai dari akad kredit dengan dana cair hingga penyaluran melalui Tapera khusus Aparatur Sipil Negara (ASN), mencapai 175.662 unit rumah. Angka ini menunjukkan progres signifikan dari target program perumahan rakyat tahun 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








