Akurat Logo

Pemerintah Siapkan Hunian Pekerja di Kawasan Industri Banten hingga Maluku Utara

Esha Tri Wahyuni | 11 Oktober 2026, 15:09 WIB
Pemerintah Siapkan Hunian Pekerja di Kawasan Industri Banten hingga Maluku Utara
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia

AKURAT.CO Pemerintah mengkaji hunian pekerja terintegrasi energi surya di Maluku Utara, Tangerang, Bekasi, dan Meikarta. Regulasi, lahan, dan pembiayaan dibahas.

Pemerintah menyiapkan pengembangan hunian pekerja yang terintegrasi dengan kawasan industri, mulai dari Maluku Utara hingga sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Program ini dirancang untuk mendekatkan tempat tinggal pekerja dengan lokasi kegiatan ekonomi, sekaligus mengintegrasikan pemanfaatan energi surya di kawasan perumahan.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia di Gedung Heritage Kementerian ESDM.

Baca Juga: Bukit Podomoro Jakarta Hadirkan Harrington, Hunian Eksklusif untuk Menikmati Hidup Premium di Jakarta Timur

Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah akan mengkaji sejumlah lokasi untuk dijadikan proyek percontohan. Wilayah yang dibahas mencakup Maluku Utara serta kawasan industri di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, dan Meikarta.

“Ini merupakan lompatan besar yang akan disiapkan kajian dan aturannya di beberapa tempat yang akan menjadi percontohan. Salah satunya di Maluku Utara yang dapat menjadi percontohan di perusahaan-perusahaan industri seperti di Kabupaten Tangerang dan Bekasi. Kita memerlukan langkah-langkah strategis dalam melakukan percepatan terkait perumahan ini,” ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).

Menurut Maruarar, penyediaan hunian perlu direncanakan bersamaan dengan pengembangan kawasan industri. Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan tempat tinggal bagi pekerja dapat diperhitungkan sejak awal, seiring dengan pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi.

Rencana ini menjadi relevan di tengah pengembangan ekosistem industri di Maluku Utara yang berpotensi menyerap banyak tenaga kerja. Pemerintah menilai penyediaan perumahan perlu menjadi bagian dari perencanaan kawasan agar pertumbuhan aktivitas industri diikuti dengan ketersediaan hunian bagi pekerja.

Maruarar menyebut investasi senilai USD20 miliar telah berjalan di Maluku Utara, sementara investasi senilai USD7 miliar lainnya masih dalam proses. Menurut Ara, perkembangan investasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk menyiapkan hunian secara terintegrasi dengan kawasan industri.

“Dalam kunjungan ke Maluku Utara, kami mendampingi Pak Presiden Prabowo untuk melihat investasi yang luar biasa, yang diawali oleh Pak Menko Bahlil, yaitu USD20 miliar yang sudah berjalan dan USD7 miliar yang akan berproses. Dari situ saja banyak yang bekerja. Ini dimulai dari proyek percontohan yang merupakan ide luar biasa dari Pak Menko, menjadi lompatan besar dalam penyiapan rumah. Kami juga akan bekerja sama dengan para investor agar kawasan tersebut dapat dirancang dengan baik sejak awal,” kata Maruarar.

Selain penyediaan hunian, pemerintah juga mendorong integrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dalam pengembangan kawasan perumahan. Konsep tersebut diarahkan untuk mendukung pemanfaatan energi bersih di lingkungan permukiman.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.