Kementerian PU Kebut Jalan Bokoharjo Tol Solo–Yogya, Permudah Akses Wisata Ratu Boko

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga mempercepat pembangunan akses Bokoharjo pada Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo segmen Prambanan–Purwomartani.
Akses ini disiapkan untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata budaya Ratu Boko di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan wilayah.
Baca Juga: Gaes, Mari Intip Suasana Normal Baru di Candi Borobudur dan Ratu Boko
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Dody dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Akses Bokoharjo dirancang sebagai jalur masuk langsung menuju Situs Keraton Ratu Boko di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.
Kehadiran akses ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur nasional Yogyakarta–Solo yang selama ini menjadi koridor utama menuju destinasi wisata, terutama pada musim libur.
Sebagai bagian dari percepatan konektivitas wisata, akses Bokoharjo akan dikembangkan melalui akses dari Gerbang Tol Purwomartani sepanjang sekitar 1,95 kilometer yang mengarah langsung ke kawasan Bokoharjo dan Ratu Boko.
Akses tersebut ditargetkan dapat difungsionalkan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, sekaligus mendukung kesiapan operasional saat arus mudik Lebaran 2027.
Saat ini pekerjaan konstruksi akses Bokoharjo dilakukan secara bertahap. Pembangunan U-turn diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 7 bulan, sedangkan pekerjaan yang berkaitan dengan perlintasan rel kereta api diproyeksikan berlangsung selama 9 hingga 10 bulan melalui koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia.
Berdasarkan data hingga 15 April 2026, progres konstruksi Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo pada segmen Prambanan–Purwomartani telah mencapai 94,8%. Sementara progres pembebasan lahan mencapai 90%, dan ditargetkan tuntas pada Agustus 2026.
Kementerian PU menegaskan pembangunan tol dilakukan dengan tetap memperhatikan keberadaan kawasan bersejarah dan cagar budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk kawasan sekitar Situs Keraton Ratu Boko.
Pendekatan pembangunan dilakukan secara hati-hati agar konektivitas infrastruktur berjalan seiring dengan pelestarian nilai sejarah dan budaya.
Saat ini Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo telah beroperasi dari Gerbang Tol Colomadu hingga Klaten sepanjang 22,3 kilometer.
Melalui percepatan akses Bokoharjo, pemerintah berharap konektivitas menuju kawasan wisata budaya semakin baik, kunjungan wisatawan meningkat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








