AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan kota masa depan tidak boleh hanya berorientasi pada modernitas dan teknologi, tetapi juga harus mengutamakan kesejahteraan manusia.
Dirinya mengingatkan bahwa di balik kemajuan fisik kota, masih banyak masyarakat yang hidup di kawasan kumuh dan terpinggirkan.
“Kita masih melihat wajah kemiskinan kota. Rumah kecil, kumuh, tanpa sanitasi dan pencahayaan, dihuni bergantian oleh empat keluarga. Ini masih terjadi di sana-sini,” kata AHY dalam The 54th Earoph Regional Conference di Jakarta, Senin (6/10/2025).
AHY menyebut kemajuan kota bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, infrastruktur modern dan teknologi canggih meningkatkan kualitas hidup sebagian masyarakat.
“Kita masih melihat wajah kemiskinan kota. Rumah kecil, kumuh, tanpa sanitasi dan pencahayaan, dihuni bergantian oleh empat keluarga. Ini masih terjadi di sana-sini,” kata AHY dalam The 54th Earoph Regional Conference di Jakarta, Senin (6/10/2025).
AHY menyebut kemajuan kota bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, infrastruktur modern dan teknologi canggih meningkatkan kualitas hidup sebagian masyarakat.
Namun di sisi lain, ketimpangan sosial semakin nyata antara mereka yang mampu menikmati fasilitas kota dan yang terpinggirkan dari arus pembangunan.
Baca Juga: Arus Lebaran 2025 Lancar, AHY: Kerja Keras Kemenhub dan Seluruh Stakeholders
Untuk itu, AHY mendorong konsep urban regeneration atau regenerasi masyarakat perkotaan sebagai pendekatan penting dalam menata ulang kawasan yang sudah ada.
Untuk itu, AHY mendorong konsep urban regeneration atau regenerasi masyarakat perkotaan sebagai pendekatan penting dalam menata ulang kawasan yang sudah ada.
“Regenerasi berarti revitalisasi, pembenahan, dan penerapan regulasi yang baik agar ekonomi tumbuh dan masyarakat tidak terjebak dalam ketimpangan,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan harus mengedepankan people-first design dan people-first development. Artinya, setiap kebijakan dan desain kota harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan semata memperindah lanskap perkotaan.
Menurutnya, pembangunan harus mengedepankan people-first design dan people-first development. Artinya, setiap kebijakan dan desain kota harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan semata memperindah lanskap perkotaan.
“Pembangunan harus ditujukan agar keluarga-keluarga kita hidup lebih nyaman dan punya pekerjaan yang baik,” tegasnya.
AHY juga menyoroti pentingnya menyediakan hunian layak bagi warga kota berpenghasilan rendah.
AHY juga menyoroti pentingnya menyediakan hunian layak bagi warga kota berpenghasilan rendah.
Dengan akses terhadap perumahan, transportasi, dan fasilitas publik yang memadai, masyarakat dapat keluar dari lingkaran kemiskinan struktural.
Dalam hal ini, konsep urban regeneration juga mencakup upaya meningkatkan ruang publik, memperbaiki sanitasi, serta memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan di kawasan padat penduduk.
Dalam hal ini, konsep urban regeneration juga mencakup upaya meningkatkan ruang publik, memperbaiki sanitasi, serta memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan di kawasan padat penduduk.
Pendekatan tersebut memastikan pembangunan tidak meninggalkan siapa pun di belakang.
“Kota modern tidak boleh hanya dilihat dari gedung pencakar langitnya, tetapi dari bagaimana ia memperlakukan warga yang paling lemah,” ujar AHY.
AHY menekankan bahwa pembangunan kota masa depan harus menciptakan keseimbangan antara kemajuan fisik, sosial, dan lingkungan.
“Kota modern tidak boleh hanya dilihat dari gedung pencakar langitnya, tetapi dari bagaimana ia memperlakukan warga yang paling lemah,” ujar AHY.
AHY menekankan bahwa pembangunan kota masa depan harus menciptakan keseimbangan antara kemajuan fisik, sosial, dan lingkungan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, kota-kota di Indonesia dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.
“Tujuan akhir dari pembangunan kota bukanlah beton dan baja, tetapi manusia yang bahagia dan sejahtera,” tukas AHY.
“Tujuan akhir dari pembangunan kota bukanlah beton dan baja, tetapi manusia yang bahagia dan sejahtera,” tukas AHY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat










