Begini Rencana Perluasan Transportasi Terintegrasi Kemenhub di 2025-2029

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus meningkatkan integrasi transportasi untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga mewujudkan perkotaan yang lebih nyaman.
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Intram) Risal Wasal mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan integrasi transportasi dan multimoda sepanjang 2025-2029.
Integrasi tersebut 10 kawasan metropolitan, 9 wilayah terpencil, terdepan, tertinggal, dan perbatasan (3TP), 5 Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP), dan 10 Daerah Pariwisata Prioritas (DPP), termasuk pengembangan 13 stasiun kereta api dan tiga terminal.
Baca Juga: Diskon Tiket Transportasi Dorong Deflasi Jasa Angkutan Juli 2025
“Kami memastikan bagaimana antar wilayah terhubung, antara first mile dengan last mile terintegrasi dan berkelanjutan," kata Risal dalam keteranganya, dikutop Sabtu (2/8/2025).
Lebih lanjut, pada sektor transportasi darat, sebanyak 17 layanan angkutan perkotaan di 13 kawasan perkotaan telah terintegrasi dengan simpul stasiun kereta api.
Integrasi tersebut antara lain di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Medan, Palembang, Bandung Raya, Surakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar.
Layanan transportasi umum berbasis jalan ini telah melayani stasiun kereta api (KA) perkotaan seperti Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Raya Terpadu (LRT) dan Kereta Commuterline serta stasiun KA antarkota.
Di sisi lain, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Toni Tauladan menyampaikan, Kemenhub aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah kota dalam mewujudkan integrasi transportasi di sektor transportasi darat.
"Koordinasi kami terutama dalam hal kebijakan untuk memastikan tingkat layanan yang sama baiknya bagi penumpang angkutan umum. Seperti layanan Teman Bus yang sudah diupayakan terintegrasi dari first mile hingga last mile," ujarnya.
Untuk memperluas serta memperkuat pengembangan integrasi transportasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyiapkan sejumlah dukungan kepada Ditjen Intram.
Dukungan tersebut antara lain menyiapkan data teknis guna mempermudah Ditjen Intram dalam menyimpulkan integrasi antara moda darat dengan moda lainnya, salah satunya moda kereta api.
"Untuk itu, integrasi transportasi diharapkan tidak hanya mengakomodasi satu layanan, namun juga antarmoda," papar Toni.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar memaparkan, pengembangan integrasi fisik pada bidang perkeretaapian bertujuan mencapai kondisi ideal.
Artinya ada stasiun multimoda yang terhubung, layanan feeder, kawasan transit oriented development (TOD), fasilitas alih moda, park and ride, serta stasiun dengan desain yang inklusif.
"Jika sebelum adanya konsep TOD area pemukiman, pedestrian, area bisnis dan transportasi umum terpisah, maka setelah konsep TOD diterapkan diharapkan semua terhubung sehingga mudah memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk bergerak," sebut Arif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









