Akurat

Sempat Disinggung Gibran dalam Debat, Ini Penjelasan Soal Carbon Capture and Storage atau CCS

Atikah Umiyani | 26 Desember 2023, 14:52 WIB
Sempat Disinggung Gibran dalam Debat, Ini Penjelasan Soal Carbon Capture and Storage atau CCS

AKURAT.CO Topik Carbon Capture and Storage (CCS) menjadi bahan perbincangan banyak orang usai disinggung oleh Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka dalam debat cawapres perdana.

Topik yang berkaitan dengan penangkapan dan penyimpanan karbon itu jadi sorotan usai Gibran bertanya pada cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, mengenai solusi pemerintah terkait regulasi CCS.

"Ini karena Prof Mahfud adalah ahli hukum saya ingin bertanya bagaimana regulasi untuk carbon capture and storage?" ucap Gibran dalam debat cawapres di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada Jumat (22/12/2023).

Lalu, apa carbon capture storage itu?

Baca Juga: iOS 18 Akan Hadir dengan 4 Model iPhone Baru, Gendong Chip A18

Carbon capture and storage atau CCS merupakan sistem untuk menangkap dan menyimpan karbon dioksida (CO2).

Dikutip dari situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), CCS adalah teknologi untuk mengurangi emisi CO2 ke atmosfer, sebuah upaya mitigasi pemanasan global. Teknologi CCS adalah serangkaian langkah yang saling terkait.

Pertama, CO2 dipisahkan dan ditangkap dari sumber emisi gas buang (fuel gas). Kemudian, CO2 yang tertangkap diangkut ke tempat penyimpanan yang aman.

Proses pemisahan dan penangkapan CO2 menggunakan teknologi absorpsi, yang umum digunakan dalam produksi hidrogen, baik di skala laboratorium maupun komersial.

Baca Juga: Cak Imin Tidak Konsisten Perihal IKN, Budiman Sudjatmiko: Pemahamannya Belum Sempurna

Pengangkutan CO2 dilakukan menggunakan pipa atau tanker, mirip dengan pengangkutan gas lainnya (seperti LPG, LNG). Sedangkan penyimpanan dilakukan di lapisan batuan di bawah permukaan bumi yang dapat menjebak gas tersebut, atau bisa juga diinjeksikan ke dalam laut pada kedalaman tertentu.

Menurut International Energy Agency (IEA), lebih dari setengah dari emisi CO2 global berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Sekitar 7500 instalasi besar yang menghasilkan lebih dari 1000.000 ton CO2 setiap tahunnya.

IEA juga menyimpulkan bahwa dari angka tersebut, pembangkit listrik batubara menyumbang lebih dari 60 persen dari total emisi, diikuti oleh pembangkit listrik gas (11 persen) dan pembangkit listrik tenaga diesel (7 persen). Industri lain juga berkontribusi sekitar 3-7 persen.

Baca Juga: KH Afifuddin Muhajir Gelorakan Dukungan ke Pasangan Ganjar-Mahfud

Mengurangi emisi CO2 dalam jumlah besar membutuhkan pengendalian gas buang dari pembangkit listrik, namun hal ini tidaklah mudah. Gas buang biasanya memiliki tekanan rendah dan konsentrasi CO2 yang rendah, sehingga proses pemisahan memerlukan energi yang besar.

Meski teknologi CCS menjanjikan untuk menangani emisi CO2 dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil atau industri besar, masih ada banyak hal yang harus diselesaikan sebelum CCS dapat diterapkan sepenuhnya, termasuk perbaikan teknologi, legalitas, dan pembiayaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.