John Ternus Diminta Dorong Penyegaran Apple Lewat Strategi ala Microsoft

AKURAT.CO Apple dinilai perlu melakukan penyegaran internal saat memasuki era kepemimpinan baru. Salah satu cara yang bisa dipertimbangkan adalah menawarkan program pensiun dini sukarela bagi karyawan senior.
Gagasan ini muncul setelah Microsoft memperkenalkan skema keluar sukarela. Program ini membuat pegawai dengan syarat usia dan masa kerja dapat meninggalkan perusahaan lebih awal dengan kompensasi.
Bagi Microsoft, upaya ini menjadi cara halus untuk mengurangi karyawan tanpa PHK besar. Sebelumnya, banyak perusahaan teknologi merekrut agresif saat pandemi sebelum pertumbuhan melambat.
Apple berada dalam posisi berbeda karena relatif tidak melakukan perekrutan berlebihan. Perusahaan juga berhasil menghindari gelombang PHK besar seperti yang terjadi di sejumlah raksasa teknologi lain.
Namun, strategi rekrutmen yang terlalu hati-hati juga membawa konsekuensi. Apple dinilai menjadi lebih lambat menarik talenta baru, sementara sebagian karyawan senior sudah tidak seantusias sebelumnya.
Baca Juga: Microsoft Tinggalkan 'Microsoft Gaming', Xbox Kembali Jadi Identitas Utama
Di industri teknologi, kondisi ini dikenal sebagai 'rest and vest'. Istilah ini merujuk pada karyawan yang bertahan demi mencairkan saham, namun kontribusinya mulai menurun.
Sistem kompensasi saham sebenarnya dirancang untuk menjaga loyalitas karyawan. Namun, jika terlalu banyak talenta senior berada di zona nyaman, inovasi dan kualitas kerja perusahaan bisa ikut terdampak.
Masalah ini dinilai semakin terasa pada kualitas perangkat lunak Apple yang kerap menjadi sorotan. Karena itu, penyegaran talenta dianggap penting agar perusahaan bisa bergerak lebih cepat dan responsif.
Apple dapat meniru pendekatan Microsoft dengan membuat syarat gabungan usia dan masa kerja tertentu. Program tersebut bisa dilakukan bertahap agar tidak mengganggu stabilitas tim dan proyek penting, sebagaimana dikutip dari 9to5Mac, Senin (27/4/2026).
Jika John Ternus nantinya memegang peran lebih besar di Apple, strategi ini bisa membuka ruang bagi talenta baru. Hal ini bukan sekadar mengurangi karyawan, tetapi juga menyegarkan energi dan arah inovasi perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat






