Akurat Logo

Rusia Luncurkan 16 Satelit Rassvet, Mulai Tantang Dominasi Starlink

Winna Wandayani | 28 Maret 2026, 08:28 WIB
Rusia Luncurkan 16 Satelit Rassvet, Mulai Tantang Dominasi Starlink
Biro 1440 (1440.space)

AKURAT.CO Rusia resmi memulai cara serius dalam pengembangan internet satelit orbit rendah melalui proyek Rassvet. Sebanyak 16 satelit pertama telah berhasil diluncurkan sebagai fondasi awal konstelasi tersebut.

Peluncuran ini dilakukan oleh perusahaan antariksa swasta Biro 1440. Proyek ini diposisikan sebagai jawaban Rusia terhadap layanan Starlink milik SpaceX.

Satelit-satelit tersebut berhasil ditempatkan di orbit referensi setelah peluncuran. Tahap berikutnya adalah memindahkan satelit ke orbit operasional setelah proses pengecekan sistem selesai.

Perusahaan menyebut seluruh sistem onboard akan diaktifkan setelah tahap verifikasi. Upaya ini penting untuk memastikan setiap satelit berfungsi optimal sebelum digunakan secara komersial.

"Peluncuran satelit pertama di konstelasi target menandai transisi dari eksperimen ke penciptaan layanan komunikasi," tulis Biro 1440 dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram, dikutip Jumat (27/3/2026).

Dengan peluncuran ini, proyek Rassvet resmi beralih dari fase uji coba menuju pengembangan layanan nyata. Biro 1440 menyebut pencapaian ini diraih dalam waktu sekitar 1.000 hari.

Rassvet dirancang untuk menyediakan akses internet di berbagai wilayah, termasuk area terpencil. Model ini mirip dengan pendekatan yang digunakan oleh Elon Musk melalui Starlink.

Saat ini, total enam satelit eksperimental sebelumnya sudah lebih dulu ditempatkan di orbit. Satelit-satelit tersebut menjadi dasar pengujian sebelum ekspansi skala besar dilakukan.

Ke depan, Rusia menargetkan puluhan peluncuran tambahan dengan ratusan satelit baru. Layanan komersial dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027 dengan lebih dari 250 satelit aktif.

Dalam jangka panjang, jumlah satelit diproyeksikan bisa mencapai 900 unit pada 2035. Kepala Roscosmos, Dmitry Bakanov, menegaskan proyek ini akan menghadirkan layanan broadband orbit rendah sebagai pesaing langsung Starlink.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.