Qualcomm Akuisisi Arduino, Perkenalkan Papan Komputasi Baru Berbasis AI

AKURAT.CO Qualcomm resmi mengakuisisi Arduino, platform elektronik open-source asal Italia yang populer di kalangan maker, penghobi DIY, hingga dunia pendidikan. Nilai transaksi dari kesepakatan ini tidak diungkapkan ke publik.
Qualcomm memastikan Arduino tetap beroperasi secara independen dengan merek, perangkat dan misinya sendiri. Arduino juga akan terus mengembangkan papan berbasis mikrokontroler dan mikroprosesor dari berbagai produsen chip, tidak hanya Qualcomm.
Bersamaan dengan pengumuman akuisisi tersebut, Arduino juga memperkenalkan UNO Q, papan komputasi baru. Perangkat ini menggabungkan prosesor Qualcomm Dragonwing QRB2210 dengan mikrokontroler real-time.
Baca Juga: Xiaomi 18 Diprediksi Tak Pakai Chip Qualcomm Termahal, Ini Alasannya
UNO Q dirancang menyerupai komputer mini seperti Raspberry Pi. Papan ini dapat menjalankan sistem operasi Linux Debian serta mendukung koneksi keyboard, mouse dan monitor melalui dongle USB-C.
Selain itu, UNO Q mampu menjalankan model AI ringan. Fitur ini dapat membuat pengembangan aplikasi seperti visi komputer berbasis AI dan sistem suara yang dapat merespons lingkungan secara real-time.
Dilengkapi Lingkungan Pengembangan Terpadu
UNO Q juga hadir dengan Arduino App Lab yang sudah terpasang sejak awal. Platform ini menjadi lingkungan pengembangan terpadu untuk mengelola Arduino Sketch, skrip Python, hingga model AI dalam satu tempat.
Arduino membanderol UNO Q dengan harga USD44 (sekitar Rp700 ribuan). Perangkat ini sudah tersedia untuk dipesan melalui sistem pre-order.
CEO Arduino, Fabio Violante, menyebut peluncuran UNO Q sebagai langkah awal memperluas akses terhadap pengembangan AI. Menurutnya, perangkat ini dirancang agar teknologi AI lebih mudah digunakan oleh komunitas global Arduino.
"Kami bersemangat untuk memberdayakan komunitas global kami dengan alat canggih yang membuat pengembangan AI intuitif, terukur dan terbuka untuk semua orang," ujarnya, dikutip dari TheVerge, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Qualcomm Luncurkan Snapdragon X2 Plus untuk PC Copilot+ Berbasis AI di CES 2026
Qualcomm menilai akuisisi ini akan membuka peluang baru bagi ekosistem Arduino. Saat ini, komunitas Arduino tercatat memiliki lebih dari 33 juta pengguna di seluruh dunia.
Perusahaan juga ingin menggabungkan filosofi open-source Arduino dengan portofolio teknologi miliknya. Kolaborasi ini diharapkan membantu pengembang menciptakan solusi pintar, dengan lebih cepat serta membuka peluang komersialisasi secara global.
Hal tersebut sekaligus memperkuat posisi Qualcomm di pasar IoT, embedded system dan pengembangan AI pada perangkat kecil. Segmen ini sendiri terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan teknologi pintar di berbagai industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat




