Akurat

India Jadi Pasar Paling Aktif Penggunaan AI, Dorong Perubahan Ekonomi dan Pasar

Petrus C. Vianney | 19 Desember 2025, 09:53 WIB
India Jadi Pasar Paling Aktif Penggunaan AI, Dorong Perubahan Ekonomi dan Pasar

AKURAT.CO India saat ini menjadi pasar paling aktif di dunia untuk penggunaan model bahasa besar seperti ChatGPT, Gemini dan Perplexity. Tingginya adopsi ini didorong oleh populasi besar yang muda, melek digital dan sangat terbuka terhadap teknologi baru.

Kondisi tersebut menjadikan India sebagai laboratorium ideal bagi perusahaan kecerdasan buatan (AI) global untuk menguji dan mengembangkan inovasi berbasis AI. Dampaknya tidak hanya terasa di sektor teknologi, tetapi juga mulai memengaruhi dinamika pasar keuangan nasional.

Di sisi lain, pasar saham India masih berada dalam tekanan. Indeks utama diperkirakan melemah untuk hari keempat berturut-turut seiring aksi jual saham teknologi global dan meningkatnya sentimen penghindaran risiko.

Arus keluar dana asing dari saham dan obligasi India turut memperburuk situasi. Meski nilai tukar rupee sempat memantul dari level terendah, para analis menilai hal itu belum cukup menenangkan pasar.

Namun, terdapat beberapa katalis positif di tengah pelemahan tersebut. Saham manajer aset berpeluang menguat setelah regulator memangkas biaya reksa dana domestik yang dibayarkan kepada pialang.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (18/12/2025), sektor asuransi juga menjadi sorotan pasar. Persetujuan parlemen atas kepemilikan asing hingga 100 persen di perusahaan asuransi dinilai dapat memicu minat investor dan mendorong pertumbuhan industri.

Perkembangan AI yang pesat diproyeksikan menguntungkan perusahaan telekomunikasi besar. Bharti Airtel dan Jio milik Reliance Industries disebut berpotensi meningkatkan loyalitas pengguna melalui integrasi layanan berbasis AI.

Meski demikian, kehadiran pemain AI global juga membawa tantangan. Tekanan persaingan dinilai dapat menyulitkan startup AI lokal untuk berkembang secara berkelanjutan.

Di sektor e-commerce, Meesho mencatat kinerja impresif sejak melantai di bursa. Sahamnya hampir dua kali lipat dari harga penawaran, menjadikannya Initial Public Offering (IPO) dengan performa terbaik di India pada 2025.

Reli pasca-pencatatan tersebut mendorong valuasi perusahaan mendekati $11 miliar dolar (sekitar Rp183 triliun). Sejumlah pengamat membandingkannya dengan lonjakan awal saham Groww, meski mengingatkan potensi koreksi di kemudian hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.