Departemen Efisiensi Pimpinan Elon Musk Diduga Dibubarkan Jauh Sebelum Jadwal

AKURAT.CO Departemen Efisiensi Pemerintah (Doge) dilaporkan telah berhenti beroperasi delapan bulan lebih cepat dari kontrak yang ditetapkan. Direktur OPM, Scott Kupor, mengonfirmasi bahwa Doge kini tidak lagi berfungsi sebagai lembaga terpusat.
Pembubaran ini memperkuat dugaan bahwa unit yang dibentuk melalui perintah eksekutif Donald Trump itu memang sedang dihentikan. Elon Musk dan Vivek Ramaswamy sebelumnya ditunjuk untuk memimpin upaya restrukturisasi besar hingga Juli 2026.
"Kami sebenarnya berusaha setransparan mungkin," kata Musk tentang departemen tersebut, dikutip dari Reuters, Selasa (25/11/2025).
Meskipun Musk mengklaim Doge bekerja secara terbuka, berbagai laporan menunjukkan transparansi yang lemah, termasuk identitas pegawai yang disembunyikan dan pemangkasan anggaran tanpa koordinasi. Kondisi ini akhirnya memicu pertanyaan publik mengenai akuntabilitas lembaga tersebut.
Isu pembubaran mulai mencuat sejak awal musim panas ketika staf terlihat meninggalkan kantor dan mencari tempat kerja baru. Ketegangan antara Trump dan Musk yang pecah di ranah publik juga dikabarkan mempercepat proses ini.
Selain itu, beberapa mantan pegawai khawatir keputusan mereka memangkas program pemerintah bisa berdampak hukum. Kekhawatiran itu muncul setelah lebih dari 200.000 pegawai diberhentikan dan puluhan ribu menerima paket pembelian.
"Sekarang, jika seseorang dari Doge, atau mewakili diri mereka sendiri dari Doge, meminta saya untuk melakukan sesuatu, saya tidak akan melakukannya secara membabi buta," ungkap mantan pejabat Doge kepada Politico.
Klaim bahwa pemotongan tersebut menghemat miliaran dolar juga sulit dibuktikan. Hal ini terjadi karena tidak ada laporan resmi yang benar-benar transparan.
Dokumen Reuters menunjukkan banyak tugas Doge kini beralih ke OPM. Sementara itu, sejumlah tokoh kunci pindah ke posisi baru, termasuk Amy Gleason, Zachary Terrell dan Rachel Riley.
Salah satu nama paling menonjol, Joe Gebbia, pendiri Airbnb, kini diminta Trump untuk memodernisasi situs web pemerintah. Setelah keluar dari Doge, ia juga terlibat dalam proyek perekrutan petugas keamanan dan promosi program harga obat nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







