Google Peringatkan Risiko VPN di Tengah Lonjakan Penggunaan Akibat Larangan Pornografi

AKURAT.CO Ratusan juta pengguna ponsel kini menghadapi pembatasan akses konten dewasa. Legislator di Amerika Serikat dan Eropa memberlakukan larangan pornografi atau mewajibkan verifikasi usia untuk mengakses situs dewasa.
Akibat pembatasan tersebut, banyak pengguna mulai memasang VPN untuk menyembunyikan lokasi pengguna. Tujuannya adalah agar tetap bisa mengakses konten yang dibatasi.
Google memperingatkan bahwa sebagian VPN berisiko tinggi dan bahkan bisa menyamar sebagai aplikasi resmi. Aplikasi berbahaya ini dapat menimbulkan malware yang mencuri data sensitif seperti pesan pribadi, kredensial keuangan dan dompet kripto.
"Dan banyak dari ini yang menyamar sebagai perusahaan tepercaya dan merek VPN konsumen atau menggunakan umpan rekayasa sosial," kata Google, dikutip dari Forbes, Jumat (14/11/2025).
Lonjakan penggunaan VPN terlihat signifikan, terutama di Inggris, setelah penerapan Undang-Undang Keamanan Online. Proton VPN mencatat pendaftaran meningkat hingga 1.400 persen, sementara NordVPN melaporkan kenaikan 1.000 persen di negara tersebut.
Secara global, tercatat lebih dari 10,7 juta unduhan VPN pada paruh pertama 2025. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat pengguna untuk mengakses konten yang dibatasi secara online.
Meski begitu, penggunaan VPN tidak sepenuhnya aman. Analisis Comparitech dan zLabs menemukan sejumlah VPN berkomunikasi dengan server di Cina dan Rusia, yang berpotensi menimbulkan kebocoran data ke pihak asing.
Pemerintah Inggris mempertimbangkan pembatasan penggunaan VPN bagi anak di bawah 18 tahun. Sementara itu, beberapa negara bagian di AS meninjau RUU yang membatasi akses VPN ke konten dewasa.
Pakar menilai langkah ini berpotensi mengancam kebebasan digital. Mereka mengingatkan bahwa VPN juga penting untuk keamanan siber dan akses informasi global.
Para ahli menyarankan agar pengguna berhati-hati dengan VPN, menghindari layanan gratis atau berbasis di negara berisiko tinggi. Google menegaskan bahwa keamanan data pribadi hanya terjamin melalui aplikasi VPN tepercaya dan resmi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 6Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 7Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel







