Komdigi Soroti Dampak Algoritma Media Sosial terhadap Fenomena Echo Chamber

AKURAT.CO Fenomena echo chamber atau 'bilik gema' menjadi perhatian serius Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika pengguna media sosial hanya menerima informasi yang sejalan dengan pandangan mereka.
Akibatnya, opini pribadi semakin menguat tanpa mempertimbangkan sudut pandang lain. Menurut Nezar, hal ini terjadi karena sistem algoritma media sosial menyesuaikan konten dengan perilaku setiap pengguna.
"Setiap orang di dalam algoritma media sosial sebenarnya hidup dalam bilik gemanya masing-masing, karena dia akan mendapatkan informasi yang sejalan dan sesuai dengan apa yang dia mau," ujar Nezar dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa echo chamber dapat memicu munculnya fenomena post-truth dan hyperreality yang membuat emosi lebih berpengaruh daripada fakta. Akibatnya, persepsi publik bisa terdistorsi hingga sulit membedakan antara benar dan salah.
Nezar menambahkan, perkembangan kecerdasan artifisial (AI) semakin memperburuk situasi karena teknologi tersebut mampu menghasilkan konten audio visual yang tampak nyata. Ia menilai kemampuan ini bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi palsu dengan lebih meyakinkan.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Komdigi sedang menyusun kurikulum literasi digital baru. Tujuannya agar masyarakat dapat memahami cara kerja media sosial dan mengenali konten hoaks yang dibuat dengan bantuan AI.
"Dengan cara lama sudah tidak efektif lagi karena teknologinya sudah berubah sehingga dibutuhkan pendekatan yang baru," katanya.
Komdigi akan berkolaborasi dengan Polri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Badan Intelijen Negara (BIN). Kerja sama ini dilakukan untuk menekan penyebaran konten negatif, terutama yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





