Akurat

Tren Foto Polaroid Bareng Idola Viral Berkat Gemini AI, Simak Caranya

Petrus C. Vianney | 13 September 2025, 19:00 WIB
Tren Foto Polaroid Bareng Idola Viral Berkat Gemini AI, Simak Caranya

AKURAT.CO Media sosial belakangan ini dipenuhi foto polaroid yang menampilkan penggemar berpose bersama idola. Dalam gambar, mereka tampak akrab seolah dirangkul, dipeluk, atau berdiri berdampingan.

Dalam pantauan Akurat.co, Jumat (12/9/2025), foto tersebut terlihat nyata dengan latar tirai putih khas studio kecil. Padahal, semua itu hanyalah hasil kreasi teknologi Gemini AI.

Polaroid yang dihasilkan tampil rapi dengan efek blur dan kilatan lampu kilat, mirip kamera instan asli. Tak heran jika banyak pengguna tertarik mencoba tren unik ini.

Untuk mencoba tren foto polaroid bersama idola, pengguna bisa mengikuti cara sederhana berikut:

- Buka aplikasi Gemini di ponsel atau versi desktop.
- Pastikan sudah menggunakan Gemini 2.5 Flash.
- Klik ikon pisang yang ada di dekat kolom prompt.
- Pilih dua foto, yaitu foto idola dan foto pribadi. Pastikan wajah jelas, tidak terpotong dan kualitas HD agar hasil maksimal.
- Salin prompt khusus dengan instruksi membuat foto polaroid, lengkap dengan efek blur, kilatan lampu kilat, serta latar tirai putih. Prompt ini bisa diubah sesuai keinginan, misalnya pose merangkul, menggenggam tangan, atau memeluk.
- Klik generate lalu tunggu hingga hasilnya muncul.
- Unduh foto yang sudah jadi, kemudian bagikan ke media sosial.

Fenomena polaroid bareng idola ini menunjukkan betapa dekatnya kecerdasan buatan dengan keseharian penggemar. Jika dulu foto bersama idola butuh biaya besar, kini pengalaman itu bisa dirasakan secara instan.

Meski begitu, tren ini sebaiknya dianggap hiburan semata. Pengguna diingatkan untuk tidak menyalahgunakan teknologi ini demi konten menyesatkan atau merugikan orang lain.

Kecanggihan ini hadir berkat Gemini 2.5 Flash Image atau Nano Banana, model AI terbaru Google untuk pembuatan dan pengeditan gambar. Versi ini menawarkan kualitas visual lebih tajam, kontrol kreatif lebih presisi dan kecepatan tinggi.

Fitur utamanya mencakup konsistensi karakter, edit berbasis teks, multi-image fusion, hingga pemahaman konteks visual untuk kebutuhan edukatif. Detail wajah dan objek juga tetap terjaga agar hasil terlihat natural.

Untuk mencegah penyalahgunaan, Google menyematkan watermark digital tak terlihat (SynthID) dan metadata khusus pada setiap gambar. Selain itu, pembuatan konten berbahaya atau eksplisit dibatasi demi menjaga keamanan pengguna.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.