Aktivitas Matahari 30 Juni 2025 Picu Gangguan Sinyal, Ini Penjelasan dari NOAA

AKURAT.CO Hari ini, Senin (30/6/2025), Badan Cuaca Antariksa Amerika Serikat, NOAA Space Weather Prediction Center (SWPC) mengeluarkan peringatan navigasi satelit. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas Matahari.
Dalam situs resminya, NOAA SWPC menyebut bahwa telah terjadi Radio Blackout tingkat R1 (Minor) pada 30 Juni 2025. Gangguan ini dipicu oleh solar flare yang memengaruhi atmosfer atas Bumi (ionosfer).
Akibatnya, sistem komunikasi frekuensi tinggi (HF) seperti yang digunakan oleh maskapai penerbangan, pelayaran dan militer dapat mengalami gangguan sinyal. Gangguan ini terutama terjadi di wilayah yang sedang mengalami siang hari.
"Penurunan kualitas komunikasi radio HF yang lemah atau minor di sisi yang terkena sinar matahari, terkadang kehilangan kontak radio," tulis NOAA dalam laporan peringatan cuaca antariksa di laman resminya, dikutip Senin (30/6/2025).
NOAA SWPC juga mengeluarkan peringatan awal potensi badai geomagnetik kategori G1 (Minor) pada 2 Juli 2025. Badai ini dipicu oleh lontaran massa korona (CME) dari Matahari yang terjadi antara 28 hingga 30 Juni 2025.
CME membawa partikel bermuatan tinggi yang, jika menghantam medan magnet Bumi, dapat memicu:
- Gangguan pada satelit dan sistem komunikasi luar angkasa
- Penurunan akurasi sinyal GPS dan layanan berbasis satelit lainnya
- Kemunculan aurora borealis di wilayah lintang tinggi seperti Kanada dan Alaska
Dampaknya di Indonesia
Meskipun Indonesia jauh dari wilayah kutub, gangguan sinyal minor tetap bisa terjadi. Hal ini berpotensi memengaruhi layanan berbasis satelit seperti GPS, komunikasi pesawat dan siaran TV.
Namun, hingga kini BMKG belum mengeluarkan peringatan khusus. Dampaknya diperkirakan ringan dan lebih terasa di wilayah lintang tinggi.
Para ilmuwan memperkirakan tahun 2025 sebagai puncak siklus ke-25 aktivitas Matahari yang terjadi setiap sekitar 11 tahun. Pada periode ini, jumlah solar flare dan CME meningkat, sehingga risiko gangguan terhadap sistem teknologi global ikut naik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu





