Chatbot AI Grok Sebut Sang Pemilik Elon Musk Penyebar Disinformasi di X, Kok Bisa?

AKURAT.CO Salah satu chatbot AI milik Elon Musk, Grok, secara mengejutkan mengidentifikasi Musk sebagai salah satu penyebar informasi yang salah terbesar di platform X, yang juga dimilikinya.
Musk mempromosikan Grok sebagai sumber informasi terbaik, bahkan menyarankan pengguna menggunakannya dibanding Google. Namun, saat ditanya tentang penyebar informasi yang salah di X, Grok justru menempatkan Musk di peringkat teratas, disusul Donald Trump.
Grok menyebutkan bahwa pengaruh Musk sangat besar karena memiliki lebih dari 200 juta pengikut pada awal 2025. Dengan jangkauan yang luas, unggahan Musk mengenai berbagai isu, termasuk pemilu, kesehatan dan teori konspirasi, sering kali mendapatkan perhatian besar.
Dikutip dari Metro.co.uk, Kamis (20/3/2025), menurut Center for Countering Digital Hate, 87 unggahan Musk tentang pemilu AS 2024 dianggap menyesatkan oleh pemeriksa fakta. Unggahan tersebut telah mencapai total 2 miliar tampilan di platform X.
AI menyoroti bahwa sebagai pemilik X, unggahan Musk sering lolos dari moderasi yang berlaku bagi pengguna lain. Meski definisi misinformasi subjektif, data menunjukkan Musk kerap disebut dalam diskusi tentang misinformasi di platformnya.
Sejak mengakuisisi Twitter dan mengubahnya menjadi X pada 2022, Musk berjanji menjadikannya ruang kebebasan berbicara. Namun, pemblokiran jurnalis pengkritiknya dan pembubaran Dewan Kepercayaan Twitter justru memicu kekhawatiran soal misinformasi.
Bahkan, pejabat Uni Eropa bahkan menyebut X sebagai sumber berita palsu terbesar. Ironisnya, meski Musk mengklaim ingin melawan misinformasi, chatbot AI miliknya justru menempatkannya sebagai salah satu penyebar misinformasi paling berpengaruh di X.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








