Sempat Tumbang, Elon Musk Ngaku X Kena Serangan Siber Besar

AKURAT.CO Elon Musk mengklaim bahwa platform media sosial X menjadi target serangan siber besar-besaran setelah mengalami pemadaman layanan pada Senin (10/3/2025). Ribuan pengguna melaporkan tidak dapat mengakses platform tersebut.
Dalam sebuah unggahan, Musk menyatakan bahwa X sering menghadapi serangan siber, namun kali ini serangan dilakukan dengan sumber daya besar. Ia juga menyebut kemungkinan keterlibatan kelompok terorganisir atau bahkan negara tertentu.
Dikutip dari The Associated Press, Kamis (13/3/2025), Musk mengklaim bahwa alamat IP penyerang berasal dari Ukraina. Namun, pakar keamanan siber, termasuk Kevin Beaumont dan Allan Liska, menilai klaim tersebut tidak akurat.
Para pakar menjelaskan bahwa serangan ini berasal dari botnet Mirai, yang memanfaatkan perangkat IoT yang telah diretas. Mereka juga menegaskan bahwa serangan ini tidak berasal dari satu negara tertentu.
Downdetector.com melaporkan lonjakan keluhan gangguan pada pukul 09.30 waktu setempat, dengan lebih dari 40.000 pengguna terdampak. Pemadaman terjadi sepanjang siang dan paling parah dirasakan di pesisir AS.
Sekitar 56 persen pengguna mengalami masalah saat mengakses aplikasi X. Sementara itu, 33 persen lainnya melaporkan gangguan pada versi situs web.
Pakar keamanan siber, Nicholas Reese, menilai kecil kemungkinan serangan ini dilakukan oleh aktor negara, mengingat durasinya yang singkat. Ia juga menyebut bahwa serangan ini lebih mungkin dilakukan untuk menarik perhatian ketimbang tujuan spionase siber.
Sementara itu, pesaing X, Bluesky, melihat tren peningkatan pengguna yang membahas pemadaman ini, dengan beberapa orang mengajak pengguna X untuk beralih ke platform tersebut.
Musk, yang mengakuisisi Twitter pada 2022 dan kini mengelola X, belum memberikan bukti teknis untuk mendukung klaimnya.
Pakar memperkirakan kecil kemungkinan X akan merilis data teknis terkait serangan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









