Akurat

OpenAI Luncurkan Alat Pembuatan Video Sora di Inggris di Tengah Kontroversi Hak Cipta

Petrus C. Vianney | 4 Maret 2025, 18:52 WIB
OpenAI Luncurkan Alat Pembuatan Video Sora di Inggris di Tengah Kontroversi Hak Cipta

AKURAT.CO OpenAI resmi merilis Sora, alat AI untuk membuat video, di Inggris. Peluncuran ini berlangsung di tengah perdebatan sengit antara industri teknologi dan kreatif soal penggunaan materi berhak cipta dalam pelatihan AI.

Sora memungkinkan pengguna membuat video hanya dengan deskripsi teks sederhana. Kehadirannya mengejutkan industri film, bahkan membuat Tyler Perry menunda ekspansi studionya karena khawatir AI ini mengurangi kebutuhan lokasi syuting fisik.

Sora kini tersedia untuk pelanggan berbayar ChatGPT di Inggris dan beberapa negara Eropa. OpenAI juga membagikan contoh karya seniman Eropa, termasuk Josephine Miller yang menciptakan video model dengan fauna bioluminescent menggunakan Sora.

Namun, peluncuran Sora menimbulkan pertanyaan serius tentang hak cipta. Beeban Kidron, seorang sutradara dan anggota parlemen Inggris, menyoroti pentingnya regulasi yang melindungi karya kreator.

"Komentar yang dibuat oleh YouTube tahun lalu memperjelas bahwa jika materi berhak cipta diambil tanpa izin untuk membantu melatih Sora," ujarnya, dikutip dari TheGuardian, Sabtu (1/3/2025).

Kontroversi semakin memanas setelah YouTube menegaskan bahwa penggunaan konten mereka untuk melatih AI tanpa izin melanggar ketentuan layanan.

Sora menawarkan fitur-fitur menarik, termasuk berbagai gaya visual seperti film noir dan dunia berbasis balon. Pengguna dapat membuat klip berdurasi 5 hingga 20 detik, yang bisa diperpanjang menjadi video lebih panjang.

OpenAI mengklaim bahwa mereka mematuhi undang-undang hak cipta dan menggunakan berbagai kumpulan data, termasuk yang tersedia untuk umum.

Namun, perdebatan tentang legalitas dan etika penggunaan konten berhak cipta untuk pengembangan AI terus berlanjut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.