Transisi Energi di Indonesia Masih Banyak Tantangan, Pemerintah Dorong Kolaborasi Semua Pihak

AKURAT.CO Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan gas LPG yang saat ini mencapai 87 persen.
Pemerintah telah merumuskan strategi untuk mendorong penggunaan energi terbarukan yang potensinya sangat besar, seperti geothermal dan berbagai pembangkit listrik dari sumber daya alam.
Hal ini disampaikan oleh Harris, S.T., M.T. selaku Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian, Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, pada pembukaan Energy Week - IEE Series 2024.
Baca Juga: Dukung Transisi Energi Nasional, Kredit Energi Terbarukan Bank Mandiri Melesat di Kuartal II-2024
Menurutnya, meskipun Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar, transisi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, BUMN, swasta dan media.
"Pameran seperti ini menjadi penting untuk bisa mendorong kebijakan target energi terbarukan di tahun 2040," ujarnya, saat acara opening ceremony di Jakarta Utara, Rabu (27/8/2024).
Sejalan dengan tema 'Smart Urban Development & Sustainable City', peralihan ke energi terbarukan juga mendukung pembangunan kota cerdas yang berkelanjutan.
Ir. Eddie Widiono S., M.Sc, M.M, pendiri dan ketua pembina PJCI, menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti dan industri untuk mendorong ekosistem energi terbarukan guna mengurangi emisi karbon.
Selama Energy Week 2024, berbagai topik industri energi akan dibahas, mulai dari hidrogen sebagai energi bersih, roadmap kolaborasi ketenagalistrikan Indonesia, hingga ketahanan air.
Acara ini juga akan meluncurkan Battery Show 2025 oleh National Battery Research Institute (NBRI), serta memperbarui program keberlanjutan di Indonesia melalui Indonesia Sustainability Updates.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








