Dorong Penggunaan Mesin AIS daripada Tutup X, Roy Suryo: Tidak Perlu Bersikap Bodoh

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana melakukan penutupan total terhadap platform X (dulunya Twitter) yang membolehkan penyebaran konten pornografi.
Kini, muncul kabar bahwa Pemerintah meluncurkan website pengganti platform X bernama "Elaelo". Namun, belum ada keterangan resmi dari website yang kini sudah mencantumkan logo Garuda Pancasila itu.
Terkait hal ini, Pakar Telematika Roy Suryo menjelaskan sebenarnya semenjak lima tahun lalu, tepatnya di akhir 2017, Pemerintah sudah diberikan anggaran sebesar Rp200 Milyar untuk membeli mesin AIS yang bisa berjalan dengan AI (Artificial Intelligence). "Tidak perlu bersikap bodoh dalam mengantisipasi masalah lagi," ujarmya dalam keterangan tertulis.
Meski masih harus digawangi oleh sekitar 250 orang yang bekerja 24 jam seminggu alias nonstop, Roy menuturkan mesin AIS tersebut dapat mengais atau melalukan crawling terhadap konten-konten pornografi di berbagai platform, termasuk konten perjudian.
"Jadi kenapa tidak dimaksimalkan penggunannya oleh Kemkominfo? Sebuah pertanyaan besar yang banyak ditanyakan masyarakat terkait rencana upaya penutupan secara total Platform X," tukasnya.
Mantan Menpora itu teringat saat peluncuran, mesin ini diuji coba dan dalam tiga hari mampu mendeteksi sekitar 120 ribu situs porno dari Indonesia, dari total 1,2 juta alamat internet yang di-crawling.
Hasil pengaisan atau crawlingan ini kemudian dirapatkan oleh panel forum yang dibentuk untuk ditentukan sikapnya. "Apakah diingatkan, di-suspend atau bahkan sampai ditake down dan diambil tindakan hukum bilamana sudah jelas melanggar Undang-undang. Jadi mekanismenya jelas dan komprehensif, tidak asal tutup secara total saja," tuturnya.
Roy lantas meminta Pemerintah untuk mempertimbangkan dengan baik sebelum menutup total salah satu platform. "Apalagi sebenarnya sudah pernah menganggarkan biaya besar ratusan milyar untuk pembelian Mesin AIS yang dimungkinkan untuk hal tersebut. Ketegasan dan kecerdasan sangat penting, jangan malah hanya ikutan gela gelo apalagi plonga plongo," pungkas Roy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








