TikTok Mulai Sematkan Watermark pada Konten AI untuk Peringatkan Pengguna

AKURAT.CO TikTok sekarang akan memberi tahu ketika Anda melihat foto atau video yang dibuat oleh kecerdasan buatan.
Untuk membantu mengenali lebih banyak konten yang dibuat dengan AI, TikTok akan menggunakan watermark digital bernama Content Credentials. Ini akan membantu mengidentifikasi lebih banyak konten yang dibuat dengan alat AI dari perusahaan seperti Microsoft, Adobe dan OpenAI.
Tindakan baru ini oleh TikTok adalah bagian dari upaya mereka untuk melawan disinformasi dan informasi yang salah dengan memberi label pada konten yang dihasilkan AI.
"AI memungkinkan peluang kreatif yang luar biasa, tetapi dapat membingungkan atau menyesatkan pemirsa jika mereka tidak tahu konten yang dihasilkan AI," kata TikTok, dikutip dari Cnet.com, Jumat (10/5/2024).
Langkah TikTok menunjukkan bagaimana industri teknologi merespons kekhawatiran tentang konten yang dihasilkan AI yang semakin meluas. Teknologi AI telah membuat produksi teks, video dan audio lebih mudah dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, ada juga kekhawatiran bahwa konten AI bisa menjadi lebih tidak dapat dipercaya. Ada risiko bahwa kebohongan dan informasi yang salah akan menjadi lebih nyata di internet.
Pakar telah memperingatkan bahwa ini bisa menjadi masalah serius, terutama dalam konteks politik. Baru-baru ini, ada kasus di mana suara Presiden AS Joe Biden dipalsukan menggunakan AI untuk mengirimkan pesan politik palsu.
TikTok bukan satu-satunya platform yang berusaha mengatasi masalah ini. Platform lain seperti Facebook dan YouTube juga mengambil langkah-langkah untuk mengidentifikasi konten yang dibuat menggunakan AI.
TikTok berencana untuk terus meningkatkan upaya mereka dalam memberi label pada konten yang dibuat menggunakan AI, termasuk konten yang bisa diunduh dan dibagikan di platform lain.
Mereka juga berkomitmen untuk memerangi konten yang dihasilkan AI yang berbahaya melalui pengembangan model deteksi dan kerjasama dengan para ahli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








