Akurat

'Skeleton Panda', Penemuan Baru di Perairan Jepang yang Sempat Hebohkan Media Sosial

Petrus C. Vianney | 15 April 2024, 20:13 WIB
'Skeleton Panda', Penemuan Baru di Perairan Jepang yang Sempat Hebohkan Media Sosial

AKURAT.CO Sebuah koloni semprotan laut yang menggemaskan, yang disebut 'Skeleton panda ascidian' oleh penyelam lokal, telah ditemukan di perairan Prefektur Okinawa Jepang, menimbulkan kegembiraan di media sosial.

Penyemprot laut ini memiliki pola hitam yang menyerupai wajah panda raksasa pada tubuh transparannya, memberikan kesan lucu namun unik.

Gambar mereka yang menakjubkan telah menjadi perbincangan hangat di internet sejak pertama kali diposting sekitar tahun 2017.

Naohiro Hasegawa, seorang peneliti dari Universitas Hokkaido, mengambil langkah untuk menyelidiki lebih lanjut tentang spesies ini setelah melihat foto-foto di media sosial.

Dikutip dari Asahi.com, Minggu (14/4/2024), ia melakukan penelitian yang intensif dan menemukan bahwa semprotan laut ini adalah spesies baru yang masuk dalam kategori clavelina.

Meskipun penampilan mereka menarik perhatian, tujuan dari penampilan unik mereka masih menjadi misteri bagi para peneliti.

Namun, penemuan ini menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut tentang keanekaragaman hayati di perairan Jepang.

Diperkirakan bahwa semprotan laut yang biasanya tumbuh setinggi 1-2 sentimeter dan hidup di kedalaman 15 hingga 20 meter, memakan fitoplankton bawah laut setelah menyaringnya.

Penelitian Hasegawa menunjukkan bahwa meskipun sekitar 300 jenis semprotan laut telah diketahui di perairan sekitar Jepang, masih banyak lokasi di Jepang selatan yang belum dijelajahi dengan baik.

Penemuan ini telah dipublikasikan dalam edisi online Masyarakat Zoologi Sistematis Jepang, menambah pemahaman kita tentang keanekaragaman hayati di perairan Jepang dan mendorong untuk penelitian lebih lanjut tentang semprotan laut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.