Jokowi Ungkap Sosok Dumatno di Sidang, Bantah Ijazah S1 Gunakan Identitas Orang Lain

AKURAT.CO Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), membantah tudingan bahwa ijazah sarjananya menggunakan identitas orang lain, yakni Dumatno Budi Utomo.
Jokowi menilai tudingan tersebut tidak masuk akal karena sepupu jauhnya itu baru berusia delapan tahun ketika ia menyelesaikan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo dan Dokter Tifa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Jokowi menanggapi pernyataan Roy Suryo dalam video YouTube berjudul Bukti Baru Ijazah Jokowi dan Gebrakan 15 April ke UGM yang diunggah akun Diskursus Net pada 10 April 2025.
Video berdurasi 1 jam 6 menit 42 detik tersebut memuat pernyataan Roy mengenai dugaan penggunaan identitas orang lain dalam ijazah Jokowi.
Secara khusus, Jokowi mempersoalkan pernyataan Roy pada menit ke-57 hingga 58 yang menyebut nama Dumatno Budi Utomo sebagai sosok yang diduga tercantum dalam ijazahnya.
Jokowi menjelaskan, Dumatno merupakan sepupu jauhnya yang lahir pada 1977. Dengan demikian, Dumatno masih berusia delapan tahun ketika Jokowi menyelesaikan pendidikan sarjananya.
"Perlu kami sampaikan, Dumatno Budi Utomo ini adalah sepupu saya, sepupu jauh saya. Satu paman, buyut. Dia lahir 1977. Artinya, pada saat saya lulus, dia masih umur delapan tahun," kata Jokowi.
Ia juga mempertanyakan alasan dirinya harus mengganti foto pada ijazah yang telah diperolehnya dengan foto Dumatno.
"Untuk apa ijazah yang saya peroleh kemudian saya ganti fotonya dengan foto Dumatno? Mestinya kan kebalik. Mestinya Djatmiko nulis apa, saya pasang foto saya," ujarnya.
Dalam persidangan tersebut, Jokowi turut memaparkan riwayat pendidikannya mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Ia mengaku bersekolah di SD Negeri 111 Surakarta, SMP Negeri 1 Surakarta, dan SMA Negeri 6 Surakarta sebelum melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kehutanan UGM.
Selama kuliah, Jokowi mengambil sejumlah mata kuliah pilihan yang berkaitan dengan teknologi hasil hutan atau teknologi kayu.
Mata kuliah tersebut antara lain struktur dan sifat kayu, pengeringan kayu, pengawetan kayu, pulp dan kertas, industri kayu lapis, serta penggergajian.
Ia menjelaskan, Fakultas Kehutanan UGM saat itu belum menerapkan pembagian jurusan secara formal. Pengelompokan bidang mahasiswa lebih didasarkan pada mata kuliah pilihan yang diambil.
Dakwaan terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa
Dalam perkara ini, Roy Suryo didakwa menyebarkan informasi tidak benar mengenai ijazah Jokowi.
Jaksa menjerat mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut dengan Pasal 433 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Jaksa juga menyusun dakwaan terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yakni Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat (1) serta Pasal 32 juncto Pasal 48 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008.
Ketentuan tersebut dihubungkan dengan UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Baca Juga: Di Hadapan Roy Suryo, Jokowi Tunjukkan Ijazah Lengkap dan Ungkap Nilai Skripsi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 6Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 7Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 8Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









