Akurat Logo

Polisi Diminta Bongkar Jaringan Lab Narkoba di Pidie hingga ke Akar

Ayu Rachmaningtyas | 24 Oktober 2026, 20:32 WIB
Polisi Diminta Bongkar Jaringan Lab Narkoba di Pidie hingga ke Akar
Anggota DPD Aceh, Darwati A. Gani, minta aparat penegak hukum bongkar jaringan Lab Narkoba di Pidie hingga ke akar.

AKURAT.CO Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai, membongkar laboratorium rahasia (clandestine laboratory) terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Pidie, Aceh. Dalam penggerebekan tersebut, aparat gabungan menyita sabu seberat 1,2 ton dengan nilai ekonomis diperkirakan mencapai Rp2,16 triliun.

Anggota DPD Aceh, Darwati A. Gani, mengatakan persoalan narkotika bukan sekadar masalah hukum, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi muda Aceh. Peredaran sabu dapat merusak kesehatan, menghancurkan kehidupan keluarga, dan menghambat pembangunan sumber daya manusia.

Besarnya barang bukti tersebut menjadi peringatan keras mengenai ancaman narkotika terhadap masyarakat, terutama generasi muda Aceh.

Baca Juga: Kapolri Minta MUI Haramkan Vape: Ini Fakta Bahaya Rokok Elektrik dan Celah Narkoba Cair Menurut Islam

"Pengungkapan ini harus menjadi perhatian serius kita semua. Barang bukti yang begitu besar menunjukkan bahwa ancaman narkotika tidak boleh dianggap sepele. Kita harus memastikan penanganan kasus ini berjalan tuntas dan tidak berhenti pada pengungkapan di permukaan," ujar Darwati, Sabtu (24/10/2026).

Dia menekankan, pemberantasan narkoba harus menjadi prioritas bersama agar generasi muda tidak menjadi korban kejahatan yang mengancam masa depan mereka.

"Yang paling mengkhawatirkan adalah masa depan generasi muda kita. Mereka seharusnya belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri untuk membangun Aceh, bukan terjerat narkoba. Kita tidak boleh membiarkan masa depan anak-anak Aceh dirusak oleh jaringan narkotika. Mereka harus kita lindungi," tuturnya.

Untuk itu, dia mendorong agar pemerintah melakukan penguatan pengawasan terhadap jalur masuk narkotika, serta koordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat.

Baca Juga: Penanganan Narkoba hingga Lapangan Kerja, Ini Fokus Pramono di Kampung Ambon dan Boncos

Penindakan harus berjalan beriringan dengan pencegahan melalui edukasi bahaya narkoba di lingkungan keluarga, sekolah, dan gampong.

"Aceh tidak boleh menjadi tempat yang aman bagi jaringan narkotika. Penegakan hukum harus tegas, jaringan harus dibongkar sampai ke akarnya, dan pencegahan harus diperkuat. Ini tanggung jawab kita bersama untuk menyelamatkan generasi muda dan memastikan mereka memiliki masa depan yang lebih baik," tambahnya.

Darwati mengapresiasi langkah aparat gabungan yang berhasil membongkar laboratorium tersebut. Namun, dia mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya. Mulai dari pemasok bahan baku, pemodal, bandar besar, hingga pihak yang mengendalikan produksi dan distribusi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.