Bisa Memicu Kegaduhan, Penyebar Video Unjuk Rasa Perlu Diusut Tuntas

AKURAT.CO Banyaknya potongan video lama aksi unjuk rasa di media sosial diduga sengaja dilakukan dengan maksud menciptakan kegaduhan.
Karena itu, perlu dilakukan pengusutan apabila terbukti dilakukan sengaja untuk memprovokasi masyarakat.
Menurut Dosen Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia (UI), Stanislaus Riyanta, penyebaran kembali video unjuk rasa yang tidak disertai konteks waktu kejadian, berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
"Jika benar ada yang menyebarkan, maka dugaan saya dia memang mau membuat kegaduhan," katanya, saat dihubungi Akurat.co, Kamis (6/8/2026).
Aparat perlu mencari siapa pihak yang pertama kali menyebarkan video tersebut untuk mengetahui tujuan di baliknya. Maka, penegakan hukum harus dilakukan jika dalam penyelidikan ditemukan unsur kesengajaan dengan maksud memprovokasi.
Baca Juga: Kapolri Dalami Potongan Video Demonstrasi yang Beredar di Media Sosial
"Harus dicari siapa yang menyebarkan video tersebut dan diketahui apa niat dia. Jika benar ada yang sengaja memprovokasi situasi dengan cara itu, maka harus ditindak tegas," ujar Stanislaus.
Stanislaus juga menyinggung unjuk rasa besar-besaran, berujuh kerusuhan, yang terjadi pada Agustus 2025. Berdasarkan pengamatannya, situasi yang berkembang saat itu lebih dipengaruhi oleh reaksi spontan kelompok masyarakat dibandingkan adanya organisasi yang mengendalikan secara terstruktur.
"Dalam kasus Agustus 2025, saya melihat penyebab yang dominan adalah tindakan spontan oleh kelompok tanpa pemimpin yang emosional. Bukan kelompok terorganisir atau terstruktur," ujarnya.
Stanislaus meyakini pihak intelijen telah bergerak melakukan penyelidikan atas munculnya kembali potongan video demo di media sosial. Guna mencari tahu pelaku dan maksud tujuan penyebarannya.
"Intelijen pasti sudah turun tangan dan melakukan penyelidikan," katanya.
Baca Juga: Menko Polkam Bantah Pemasangan Pagar Mal Karena Isu Demonstrasi: Untuk Kepentingan Keamanan
Sebelumnya, Menko Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menyebut bahwa potongan video demonstrasi di media sosial bukanlah peristiwa yang baru-baru ini terjadi. Kendati demikian, pihaknya memastikan bahwa kondisi keamanan nasional tetap terkendali.
Ia mengatakan, pemerintah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait telah menelusuri informasi yang beredar di media sosial. Namun hingga kini, tidak ditemukan adanya kejadian sebagaimana yang ditampilkan dalam rekaman video tersebut.
"Video itu saya nyatakan tidak benar. Tidak ada di wilayah Indonesia, di Tanah Air kita, ada hoaks semacam itu. Mungkin itu dari pada masa lalu. Pada saat sekarang ini ke depan tidak ada," kata Djamari, pada Rabu (5/8/2026).
Pemerintah bersama TNI, Polri, BIN, dan jajaran telah bekerja untuk dapat memastikan penyebaran informasi tersebut tidaklah benar.
Untuk itu, Kemenko Polkam akan mengambil langkah hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran pidana oleh akun-akun penyebar video demo.
Baca Juga: Marak Potongan Video Demo di Medsos, Menko Polkam: Itu Hoaks, Situasi Dalam Negeri Masih Terkendali
"Akunnya akun siapa ini, ada akunnya pas kami akan temukan itu. Maka, saya katakan kalau misalnya terjadi bahwa itu ada indikasi dan memenuhi ketentuan dia pelanggaran tindak pidana, kami akan lakukan itu dan kami akan lakukan tindakan secara tegas," jelas Djamari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








