Ketum PBNU Persilahkan KPK Periksa Semua Kader NU yang Korupsi Haji

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa organisasi tidak akan mencampuri proses hukum terkait dugaan korupsi kuota haji yang menyeret mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan sejumlah kader NU lainnya.
Gus Yahya menekankan, secara kelembagaan NU menghormati sepenuhnya proses penegakan hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meskipun perkara tersebut melibatkan kader maupun pengurus organisasi.
“Ya kalau ada individu-individu yang terlibat, walaupun dia punya atribut sebagai orang NU atau bahkan pengurus NU, NU tidak akan ikut campur secara kelembagaan,” tegas Gus Yahya di Gedung PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Gus Yahya Tegaskan Kas PBNU Bersih dari Dana Korupsi Kuota Haji
Ia menambahkan, NU tidak akan menggunakan posisi atau pengaruh organisasi untuk melindungi siapa pun yang diduga terlibat dalam perkara korupsi.
Secara pribadi, Gus Yahya juga menegaskan tidak akan melakukan intervensi apa pun terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Ketegasan tersebut tetap ia pegang meski salah satu pihak yang terseret dalam kasus ini merupakan adik kandungnya.
“Saya sendiri sebagai Ketua Umum sama sekali tidak akan ikut campur dalam masalah hukumnya itu. Walaupun ya semua orang tahu, ini adik saya juga tersangkut masalah itu, ya kita serahkan prosesnya kepada proses hukum yang semestinya, itu saja,” ujarnya.
Gus Yahya mengakui, kasus dugaan korupsi kuota haji ini memberikan dampak terhadap persepsi publik dan citra Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan besar di Indonesia.
Baca Juga: Gus Yahya Tegaskan Kas PBNU Bersih dari Dana Korupsi Kuota Haji
“Pasti ada pengaruhnya. Ya pengaruh tentang persepsi terhadap NU, pengaruh tentang citra dan lain sebagainya itu pasti, pasti,” tuturnya.
Meski demikian, PBNU memastikan roda organisasi tetap berjalan normal. Gus Yahya menyebut berbagai program strategis NU di bidang sosial, pendidikan, dan kemanusiaan tidak terganggu oleh dinamika hukum yang sedang berlangsung.
“Sejauh ini program-program semuanya bisa jalan dengan bagus ya, pertanian, program-program pemberdayaan pendidikan, madrasah-madrasah, pesantren-pesantren semuanya berjalan dengan baik, penanganan bencana dan upaya mengatasi dampak bencana juga berjalan dengan sangat baik,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








