Kebakaran Rumah Hakim Tipikor Medan Dinilai Bentuk Teror, Negara Diminta Hadir

AKURAT.CO Kebakaran yang menimpa rumah Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Medan, Khamozaro Waruwu, pada Selasa (4/11/2025) mendapat sorotan serius.
Insiden tersebut terjadi saat sang hakim tengah memimpin persidangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Padang Lawas Utara, yang menyeret mantan Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting.
Rumah hakim yang terbakar berada di Komplek Taman Harapan Indah, Medan, dengan ruangan kerja hakim menjadi bagian yang dilalap api. Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran.
Baca Juga: Polisi Harus Transparan soal Kebakaran Rumah Hakim Tipikor Medan
"Peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai kebetulan semata. Ini adalah bentuk teror yang nyata kepada penegak hukum, teror kepada pejuang pemberantasan korupsi," kata mantan Penyidik Senior KPK, Praswad Nugraha, dalam keterangannya, dikutip Jumat (7/11/2025).
Dia juga menyoroti peran Hakim Khamozaro, yang dianggap berani dan kritis dalam menggali dugaan keterlibatan pejabat tinggi dalam perkara tersebut. Dia menyebut, sang hakim pernah meminta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution hadir untuk memberi penjelasan mengenai dasar hukum pergeseran anggaran proyek.
"Perintah beliau untuk memeriksa Bobby merupakan tindakan nyata yang bersangkutan dalam menerapkan prinsip equality before the law," ujarnya.
Dia menyebut, perkara yang tengah berjalan membuka tabir dugaan penyalahgunaan anggaran secara sistematis. Dia menilai, pola pengelolaan anggaran dan tender proyek menunjukkan adanya potensi keterhubungan politik.
Jika pergeseran anggaran dilakukan atas perintah atau sepengetahuan kepala daerah, maka tanggung jawab hukum tidak berhenti pada kepala dinas. Selain itu, dia menekankan bahwa kebakaran rumah hakim tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa.
Baca Juga: Kebakaran Panti Jompo di Bosnia Tewaskan 10 Orang, Puluhan Lainnya Luka-Luka
"Kebakaran rumah Hakim Khamozaro Waruwu bukan sekadar persoalan kebakaran biasa, melainkan indikasi potensi tekanan terhadap aparat peradilan yang tengah menjalankan fungsi pengawasan kekuasaan. Negara harus hadir," tegasnya.
Praswad mendesak kepolisian mengusut tuntas sumber api, serta meminta KPK dan Mahkamah Agung menjamin perlindungan terhadap hakim yang menangani perkara korupsi berisiko tinggi. Dia menegaskan pentingnya negara menjamin keamanan penegak hukum.
"Jangan sampai keberanian hakim seperti Khamozaro Waruwu yang berupaya menegakkan keadilan justru dibalas dengan intimidasi dan teror… Presiden Prabowo wajib bertanggung jawab dan menjamin keamanan serta keselamatan seluruh penegak hukum yang sedang menjalankan tugas di lapangan," kata Praswad.
Rumah milik Hakim Khamozaro, yang sebelumnya diketahui meminta Jaksa KPK menghadirkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebagai saksi dalam sidang kasus tersebut, dilaporkan terbakar pada hari, Selasa (4/11/2025), sekitar pukul 10.30 WIB.
Rumah tersebut berada di Komplek Taman Harapan Indah, Jalan Pasar II, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang. Saat kebakaran terjadi, Khamozaro dan keluarganya sedang tidak berada di rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







