Survei Kompas: 78,3 Persen Warga Yakin Prabowo Mampu Berantas Korupsi, DPR Ingatkan Pemerintah Tak Tebang Pilih

AKURAT.CO Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa 78,3 persen masyarakat optimistis pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka mampu menuntaskan kasus-kasus korupsi di Indonesia.
Temuan ini mengindikasikan ekspektasi publik yang tinggi terhadap pemerintahan baru dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menilai kepercayaan publik yang tinggi ini adalah modal politik sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan langkah nyata. Ia menegaskan, pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti di ranah simbolik atau pencitraan semata.
“Kepercayaan rakyat harus dijaga dan dijawab dengan tindakan nyata. Pemberantasan korupsi tidak boleh bersifat simbolik atau sekadar pencitraan. Harus dilakukan secara profesional, transparan, dan yang terpenting: tidak pandang bulu,” tegas Abdullah, Rabu (18/6/2025).
Abdullah menyoroti sejumlah kasus besar yang tengah ditangani aparat penegak hukum sebagai tolak ukur serius integritas pemerintahan mendatang. Di antaranya adalah:
Baca Juga: Pramono: Pegawai Swasta Belum Wajib Naik Transportasi Umum
-
Skandal korupsi tata niaga timah di wilayah IUP PT Timah Tbk tahun 2015–2022 yang diduga merugikan negara hingga Rp 271 triliun.
-
Kasus proyek BTS 4G BAKTI Kominfo yang menyeret mantan Menteri Komunikasi dan Informatika serta beberapa pejabat lainnya.
-
Korupsi pengadaan satelit slot orbit 123°BT di Kementerian Pertahanan.
-
Skandal di PT Asabri dan PT Jiwasraya, yang hingga kini masih bergulir pada proses penelusuran aset dan pemulihan kerugian negara.
-
Dugaan Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang di sektor pertambangan, keuangan, dan kehutanan yang terus menjadi sorotan publik.
“Kita tidak kekurangan kasus besar, dan masyarakat menunggu penyelesaian yang tuntas. Pemerintah ke depan harus menunjukkan bahwa tidak ada yang kebal hukum, apakah itu pejabat tinggi, tokoh partai, atau pengusaha besar,” ujar Abdullah.
Abdullah menegaskan, Komisi III DPR RI akan terus mengawasi dan mengawal kinerja lembaga penegak hukum, mulai dari KPK, Kejaksaan Agung, hingga Polri. Ia menekankan pentingnya menjaga independensi institusi hukum agar tidak mudah diseret dalam tarik ulur politik.
Lebih lanjut, ia mendukung pembenahan sistemik dalam penegakan hukum, termasuk penguatan regulasi, pengawasan internal lembaga, serta pembenahan manajemen sumber daya manusia di sektor hukum.
“Kami mendukung reformasi menyeluruh dalam penegakan hukum. Namun, itu harus dilakukan bersama, dari eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga masyarakat sipil,” ucapnya.
Baca Juga: Mudah Banget! Cara Ganti Background Zoom untuk Meeting Lebih Seru
Abdullah juga menyerukan pentingnya membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan dan melembaga, tidak sekadar responsif terhadap tekanan publik sesaat.
Dalam survei Litbang Kompas bertajuk "Awareness Publik terhadap Penanganan Kasus Korupsi di Indonesia", sebanyak 7,0 persen responden menyatakan sangat yakin, dan 71,3 persen menyatakan yakin bahwa Presiden Prabowo dapat menyelesaikan persoalan korupsi di tanah air.
Sementara itu, 17,7 persen responden mengaku tidak yakin, dan hanya 1,1 persen menyatakan sangat tidak yakinterhadap kemampuan pemerintahan saat ini dalam memberantas korupsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









