Akurat

Kasus Penembakan 3 Polisi di Way Kanan, TNI Diminta Segera Berbenah

Paskalis Rubedanto | 19 Maret 2025, 15:14 WIB
Kasus Penembakan 3 Polisi di Way Kanan, TNI Diminta Segera Berbenah

AKURAT.CO Insiden tewasnya tiga anggota polisi Polsek Kabupaten Way Kanan, Lampung, yang diduga kuat ditembak oleh oknum TNI, menyisakan duka mendalam bagi berbagai pihak.

Atas kejadian tragis tersebut, Anggota Komisi I DPR, Sukamta, meminta institusi TNI untuk melakukan evaluasi alias berbenah, mengingat kejadian arogansi oknum aparat sudah sering terjadi.

"Dukacita kami sampaikan atas gugurnya 3 personel Polri. Kejadian ini menjadi keprihatinan kita bersama, dan semoga tidak kembali terulang di masa yang akan datang," kata Sukamta, Rabu (19/3/2025).

Baca Juga: Danrem 043/Gatam Dorong Proses Hukum Tuntas dalam Kasus Penembakan Brutal di Way Kanan

Saat ini, oknum pelaku sudah ditahan di Denpom Lampung. Dia menilai, penting bagi pucuk pimpinan TNI untuk lebih tegas dalam memimpin prajuritnya.

"Peristiwa penembakan yang dilakukan oleh oknum TNI kan bukan baru kali ini saja. Sudah seringkali terjadi, bahkan korban masyarakat sudah banyak," ungkap Legislator dari Dapil Daerah Istimewa (DIY) tersebut.

"Ini menjadi PR untuk pimpinan TNI agar menertibkan anggota-anggotanya supaya disiplin dalam mematuhi hukum dan tidak bertindak anarkis kepada sesama anak bangsa," imbuhnya.

Anggota DPR yang membidangi urusan pertahanan dan bermitra dengan TNI itu berharap, pelaku dapat dihukum maksimal. Dia juga mengapresiasi, komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang sepakat melakukan investigasi tuntas pada kasus ini.

Baca Juga: Kecam Penembakan Jurnalis Al-Jazeera oleh Tentara Zionis, Sukamta: Langgar Hukum Humaniter Internasional

"Pelaku sebagai aparat yang melakukan pelanggaran kriminal wajib mendapat hukuman setimpal. Karena selain telah menghilangkan nyawa 3 orang penegak hukum, oknum tersebut juga memfasilitasi aktivitas perjudian," paparnya.

Dia pun berharap, TNI melakukan evaluasi internal untuk meningkatkan pembinaan bagi setiap prajurit. Sebab bila persoalan seperti ini terus terjadi, kepercayaan publik terhadap institusi TNI akan tergerus.

Dia juga mengajak, seluruh prajurit TNI untuk setia kepada sapta marga dan 8 wajib TNI, baik dalam pekerjaan profesional maupun sikap sehari-hari. "TNI ini menjadi harapan Bangsa Indonesia. Jangan sampai rapuh gara-gara ketidakdisiplinan yang mengkhianati sumpah prajurit," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.