AKURAT.CO Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami kasus korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik atau E-KTP.
Sejalan dengan itu, tim penyidik lembaga antirasuah memanggil satu orang saksi dari pihak swasta, yakni Andi Agustinus alias Andi Narogong, Selasa (18/3/2025).
"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK atas nama AG alias AN," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, kepada wartawan.
Baca Juga: Menkum Teken Berkas Ekstradisi Buronan e-KTP Paulus Tannos
Namun demikian, Tessa belum bisa memerinci informasi yang mau diulik penyidik dalam kasus ini.
Diketahui, Andi Narogong merupakan mantan narapidana kasus korupsi E-KTP.
Dalam perkembangan kasus tersebut, KPK bersama pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk memulangkan tersangka sekaligus buronan, Paulus Tannos, dari Singapura.
Baca Juga: KPK Tangkap Buronan Kasus Korupsi E-KTP Paulus Tannos di Singapura
Pemerintah telah menyelesaikan permintaan berkas untuk pemulangan Paulus Tannos yang ditangkap oleh otoritas Singapura pada 17 Januari 2025.
Paulus Tannos merupakan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan E-KTP.
Selain dia, mantan anggota DPR RI, Miryam S. Haryani, juga telah menjadi tersangka.
Baca Juga: Disdukcapil DKI Cetak E-KTP Mees Hilgers dan Eliano Reijnders
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu









