AKURAT.CO Ratusan orang yang tergabung dalam Front Pergerakan Nasional (FPN) menggeruduk markas Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (13/8/2024).
Mereka mendesak lembaga antirasuah segera menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang dianggap sebagai aktor intelektual skandal proyek fiktif Telkom yang merugikan negara ratusan miliar rupiah.
Ketua Umum FPN, Dos Santoso, meminta Presiden RI, Joko Widodo, memberikan perhatian, agar penegak hukum bekerja membongkar tuntas kasus tersebut.
"Para operator atau pengusaha jasa telekomunikasi di-back up oleh kalangan politisi dari berbagai partai politik, untuk membuat regulasi kebijakan yang hanya menguntungkan usahanya Trenggono," jelasnya melalui orasi dari atas mobil komando.
Diduga, Trenggono membangun kerajaan bisnis dengan mencuci uang hasil proyek fiktif melalui PT Teknologi Riset Global Investama.
Baca Juga: Jokowi Minta Pemda Segera Realisasikan Anggaran Pilkada Serentak 2024
Selain itu, kata Dos Santoso, Trenggono juga menjabat sebagai Komisaris di PT Merdeka Copper Gold Tbk tahun 2018.
"Kami melihat lambatnya proses penegakan hukum karena rekam jejak politik sebagai bekas bendahara Partai Amanat Nasional dan bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) pada Pilpres 2019 pasangan Joko Widodo-Maruf Amin," bebernya.
Penyidik KPK telah memeriksa Sakti Wahyu Trenggono pada Jumat (26/7/2024).
Pemeriksaan mantan Wakil Menteri Pertahanan yang kini menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan itu dilakukan dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham atau pengurus PT Teknologi Riset Global Investama.
Usai menjalani pemeriksaan, Trenggono mengaku dimintai keterangan sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat IT pada PT Telkom dan Grup Telkom tahun 2017-2018.
Baca Juga: Warga Lokal Disediakan Kendaraan Buat Ikut Upacara HUT RI di IKN
"Iya di Telkom," singkatnya.
Tanpa merincikan apapun, Trenggono mengeklaim telah membantu KPK.
Entah apa maksud dari pernyataan Trenggono yang tiba-tiba menyebut mendapat makan siang gratis dari KPK.
"Jadi, sebagai warga negara yang baik, saya harus membantu KPK. Saya dikasih makan ini, saya membantu KPK. Artinya yang saya ketahui terhadap peristiwa itu, itu kan terjadi di 2017-2018. Yang saya tahu saya sampaikan, yang tidak tahu ya tidak saya sampaikan," jelasnya.
Trenggono juga tidak merespons saat disinggung soal sosok Abdul Satar, salah satu pemilik PT. Tower Bersama Infrastructur Group (TBIG) dan Komisaris PT. Asiatel Globalindo, Tan Heng Lok, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Baca Juga: Airin Rachmi Diany Sudah Pasti Diusung di Pilkada Banten, Tinggal Nunggu Wakilnya
Namun, ia menampik adanya dugaan aliran dana hasil korupsi kepadanya maupun ke perusahaan yang terafiliasi dengannya.
"Enggak ada itu, enggak ada," Trenggono menegaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









