Pemerintah Harus Hadir Tuntaskan Judi Online dan Darurat Pornografi Anak

AKURAT.CO Pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan permasalahan judi online atau judol yang marak di Indonesia.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, di sela acara Tebar Kurban di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jakarta, Selasa (18/6/2024).
"Judi online ini sebenarnya sudah kami teriakkan sejak tiga tahun yang lalu bahwa ini sangat berbahaya. Dan karenanya pemerintah harus hadir untuk menyelesaikannya," ujarnya.
Hidayat menjelaskan, saat ini permasalahan judi online menimpa lebih dari 3,5 juta warga Indonesia, di mana 80 persen di antaranya adalah masyarakat dengan taraf ekonomi menengah ke bawah.
Ditambah, baru-baru ini Indonesia digemparkan berita seorang polisi wanita yang membunuh suaminya karena permasalahan judi online.
Baca Juga: Upaya PDIP Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta untuk Delegitimasi Jokowi
"Sehingga memang menjadi permasalahan yang penting untuk kita pertimbangkan, terkait dengan dimensi akhlak dan moral," katanya.
Selain itu, Hidayat juga menekankan mengenai persoalan pornografi anak yang terjadi di Indonesia.
Menurutnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat terjadinya darurat pornografi anak selama tiga tahun terakhir.
Puncak gunung es persoalan pornografi anak adalah ketika seorang ibu muda terpengaruh iming-iming uang sampai-sampai rela melakukan aksi pornografi kepada anaknya sendiri.
"Sudah sejak periode yang lalu kami meneriakkan agar satu-satunya kementerian yang membawa nama perlindungan anak yaitu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu ditingkatkan kewenangannya. Sehingga dia tidak hanya kementerian yang bersifat koordinatif tapi juga harus menjadi kementerian yang teknis, seperti Kemenpora dan Kementanm," terangnya.
Baca Juga: Oppo Segera Lakukan Peluncuran Global Reno12 dengan Model Baru Astral Silver
Di samping itu, anggaran untuk Kementerian PPPA juga harus dinaikkan untuk meningkatkan kondisi-kondisi kedaruratan, salah satunya darurat pornografi anak.
"Anggaran tidak pernah naik lebih dari Rp325 miliar setiap tahun, bahkan tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Kalaupun ada kenaikan, itu tidak terkait dengan perlindungan anak," ujar Hidayat yang juga Wakil Ketua Majelis Syura PKS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu







